A New Journey

Perihal jodoh harus dikejar atau ditunggu? Kata cak Nun, "kamu harus berbuat benar terlebih dahulu kepada dirimu sendiri dan bersabar". Sederhana tapi sangat bermakna. Mirip-mirip dengan kalimat "self love", tapi menurutku kalo self love banyak yang mengartikan untuk berbuat apapun yang kita suka. Kalo cak Nun konteksnya lebih ke perbaiki diri terlebih dahulu, kamu harus baik terhadap diri kamu sendiri, harus sayang, harus menjaga kesehatan diri, tidak membuat diri berpikir negatif, tidak membuat kerusakan terhadap diri, harus cinta dengan diri sendiri lalu bersabar. Insyaallah, Allah beri yang kita butuhkan. Kalau diri sudah baik, Insyaallah akan selalu dilingkupi oleh kebaikan juga. Wallahu a'lam. Tapi, kalau kamu masih galau dan meresahkan masa lalu, aku hanya tau, kamu belum melakukan kebaikan terhadap dirimu. Let's make a new journey Cin. Allah ada untuk kamu, sayang banget kalau hidup cuma sekali dan cuma digunain untuk menyesali masa lalu. Gapai ilmu ...

Review Kelompok 8 (Masa Pra-Remaja) dan Kelompok 9 (Masa Remaja)


REVIEW KELOMPOK 8
Nama               : CINDI NOVITA SARI
NPM               : 1801051016
Kelas               : PGMI B SEMESTER 4
Tugas               : Review Kelompok 8
Mata Kuliah    : Psikologi Perkembangan

Masa Pra-Remaja

Pra-Remaja merupakan masa anak gadis sebelum masuk tahapan pubertas atau remaja awal. Periode transisi antara masa kanak-kanak dan adolesens sering dikenal sebagai pra-remaja oleh profesional dalam ilmu perilaku. Masa pubertas dibagi menjadi tiga tahapan ( Prapubertas, pubertas dan Pascapubertas). masa pra-puber yang terjadi pada anak usia 8 sampai 12 tahun. Masa pra-remaja (pra-puber) ini merupakan periode transisi antara masa kanak-kanak dan adolesens yang berlangsung sekitar 2 sampai 4 tahun.

A.    Pengertian Masa Pra-Remaja
Menurut Monks, pra remaja merupakan masa anak gadis sebelum masuk tahapan pubertas atau remaja awal. Periode transisi antaramasa kanak-kanak dan adolesens sering dikenal sebagai pra remaja oleh profesional dalam ilmu perilaku. Menurut Hall seorang sarjana psikologi Amerika Serikat, masa muda (youth or peadolesecene) adalah masa perkembangan manusia yang terjadi pada umur 8 sampai 12 tahun. Fase pra remaja ini ditandai dengan kebutuhan menjalin hubungan dengan teman sejenis, kebutuhan akan sahabat yang dapat dipercaya, bekerjasama dalam melaksanakan tugas dan memecahkan masalah kehidupan, dan kebutuhan dalam membangun hubungan dengan teman sebaya yang memiliki persamaan, kerjasama, tindakan timbal balik sehingga tidak merasa kesepian.

B.     Tugas Perkembangan Masa Pra Remaja
Perkembangan fisik pada masa ini meliputi tinggi, berat badan, perbandingan tubuh, dan gigi. Perkembangan motorik pada masa ini gerakan mereka mulai menjadi kaku. Dalam perkembangan sosial pada masa pubertas, remaja mulai tertarik perhatiannya dari lingkungan keluarga terhadap perilaku sosial yang lebih luas melalui kelompok teman sebaya. Seiring dengan peningkatannya usia remaja, interaksi dengan orang tua menjadi berkurang, sebaliknya interaksi dengan teman sebaya menjadi lebih meningkat. Pada perkembangan emosi, selama periode pra-remaja terjadi gejala yang hampir sama antara remaja pria maupun wanita. Perkembangan emosi pada masa ini biasanya berlebihan sehingga mereka mudah tersinggung dan cengeng, tetapi juga cepat merasa senang atau bahkan meledak-ledak. Perkembangan pemikiran moral secaa kasar sejajar dengan perkembangan kognitif. Kebanyakan pra remaja melihat benar dan salah sebagai hal yang mutlak dan tidak dapat dipertanyakan. Perkembangan agama dalam masa ini, sekitar umur 9-12 tahun, ide tentang do’a sebagai komunikasi antara anak dan Yang Ilahi mulai tampak. Pada tahap ini, isi do’a beralih dari keinginan egosentris (mendapat manisan, permainan, boneka) ke masalah yang tertuju pada orang lain dan bersifat etis (cinta sesama, perdamaian, tolong menolong).

C.    Ciri-ciri Pubertas
Pada tahap remaja awal/pubertas, kalian akan mengalami pertumbuhan fisik yang sangat pesat. Tentunya kalian akan merasakan sendiri perubahan yang terjadi pada tubuh kalian. Hal ini dapat dilihat pada pertambahan tinggi badan yang cepat, serta pertumbuhan dada dan pinggul. Selain perkembangan fisik, pada tahap ini juga akan terjadi perkembangan seksual. Perubahan yang akan dialami remaja ditandi oleh matangnya kelamin primer (pada pria ditandai dengan mulai matangnya organ kelamin terutama testis dan pada wanita ditandai dengan tumbuhnya rahim dan indung telur (ovum) dan terbentuknya ciri-ciri kelamin sekunder.
Berikut adalah ciri kelamin sekunder pada laki-laki: 1) jakun mulai tumbuh, 2) suara berubah lebih besar dan berat, 3) kumis dan jenggot mulai muncul, 4) bagian-bagian tubuh lain juga mulai ditumbuhi rambut, seperti dada, kaki, ketiak, dan organ kelamin, 5) otot-otot mulai berkembang membesar dan menonjol, 6) bahu mulai melebar, 7) jaringan kulit berubah lebih kasar dan pori-pori mulai membesar, 3) Ciri paling umum sekalipun tidak semua remaja mengalaminya adalah timbulnya jerawat pada wajah. Adapun pada anak perempuan, ciri kelamin sekunder ditandai oleh hal-hal berikut: 1) perubahan payudara yang mulai membusung atau membesar, 2) pinggul mulai melebar, 3) rambut mulai tumbuh di ketiak dan organ kelamin, 4) suara berubah nyaring, 5) muncul jerawat pada wajah.

D.    Peran Orang Tua, Masyarakat dan Pemerintah terhadap Pendidikan dan Pergaulan Pra-Remaja
Orang tua mempunyai suatu keinginan memberikan kesempatan belajar dengan membiarkan anak mengalamai pahit getirnya kehidupan, menghadapi dan mengatasi berbagai masalah sendiri memang tidak salah. Namun dalam batas-batas tertentu, anak masih tetap memerlukan campur tangan untuk mengubah dan mengarahkan proses-proses perkembangan pada seluruh aspek kepribadiannya. Dengan kata lain, orang tua perlu berusaha mempersiapkan anak dalam menghadapi masa remaja. Lingkungan masyarakat juga sangat menentukan pembentukan tingkah laku yang baik atau buruk untuk dapat dicontoh oleh anak.
Masyarakat yang baik menurut Gillin adalah kelompok manusia yang mempunyai kebiasaan tradisi, sikap dan perasaan persatuan yang diikat oleh kesamaan agama, yakni agama Islam. Dalam hal ini masyarakat seharusnya berperan aktif untuk kontrol perilaku anggota masyarakat yang tinggal di dalamnya. peran pemerintah untuk pra remaja salah satunya mengadakan wajib belajar. Program wajib belajar pendidikan 9 tahun merupakan perwujudan pendidikan dasar untuk semua anak usia 6-15 tahun. Secara umum penyelenggaraan perlindungan anak dilaksanakan oleh pemerintah, masyarakat, keluarga, dan orang tua yang kesemuanya bertanggung jawab dalam menjamin pelaksanaan tanpa terkecuali. Selain itu pada pasal 22 UU No. 23 Tahun 2002 mewajibkan bahwa pemerintah harus menghormati hak asasi anak tanpa membedakan baik fisik, latar belakang, maupun status hukum anak.


REVIEW KELOMPOK 9

Nama               : CINDI NOVITA SARI
NPM               : 1801051016
Kelas               : PGMI B SEMESTER 4
Tugas               : Review Kelompok 9
Mata Kuliah    : Psikologi Perkembangan

Psikologi Remaja
Masa remaja adalah masa dimana peralihan antara anak-anak menuju dewasa. Pada fase ini remaja lebih ingin bebas dan banyak berinteraksi dengan teman sebayanya. Kelompok teman sebayanya memegang peranan penting dalam kehidupan remaja hingga mendorong remaja tersebut untuk bertingkah laku. Hal yang harus diperhatikan pada remaja adalah masa pencarian jati diri. Sebab akan muncul fenomena negatif dan fenomena positif yang harus diperhatikan. Fenomena negatif memiliki sumbangsih kecerdasan emosional yang berlebih dan perilaku yang mengarah pada tindakan kriminal. Sedangkan fenomena positif kemampuan regulasi emosi yang baik akan mampu mengelola kondisi dirinya sendiri sehingga masalahnya itu dihadapi sendiri.

A.    Psikologi Remaja
Pada masa ini akan banyak mengalami perubahan pada diri remaja. Baik fisik maupun psikologis remaja. Mudah sekali memperhatikan masa remaja melalui fisik namun akan sulit saat memperhatikan melalui psikologis remaja. Meskipun sering kali kita mendengar bahwa masa remaja terajadi pada usia 12-21 tahun. Faktanya psikologis remaja tak bisa ditentukan dengan umur. Pada masa ini remaja akan mulai menjauh dari orang tua karena merasa dirinya sudah dewasa, lebih cenderung terhadap teman nya dan mulai tertarik dengan lawan jenis, hingga mulaimunculnya konflik pada dirinya sendiri. Hal inilah yang mengharuskan kita untuk memahami bagaimana psikologis remaja. Meskipun remaja merasa dirinya mampu mengendalikan diri dan setiap masalahnya. Faktanya ia butuh orang dewasauntuk memberikan arahan hidupnya.
Masa perkembangan remaja adalah periode dalam perkembangan individu yang merupakan masa mencapai kematangan mental, emosional, sosial, fisik dan pola peralihan dari masa kanak-kanak menuju dewasa Perubahan yang terjadi pada masa remaja seperti pertumbuhan secara cepat baik fisik, psikis (stress, anxiety, depresi), dan sosial menimbulkan banyak persoalan dan tantangan. Salah satu permasalahan yang banyak dirasakan dan dialami oleh remaja pada dasarnya disebabkan oleh kurang percaya diri.

B.     Pengaruh Lingkungan Remaja
Masa remaja adalah saat pembentukan pribadi dimana lingkungan sangat kreatif bila berperan bila kita perhatika empat faktor yang mempengaruhi remaja yaitu lingkungan keluarga, teman pergaulan, masyarakat dan dunia luar, lingkungan yang dibutuhkan remaja adalah lingkungan yang islami dan mendukung perkembangan imajinasi mereka secara positif dan menentukan mereka kepada kepribadian yang benar.

C.    Peran dan Pola Lingkungan Remaja
Keluarga memiliki peranan yang sangat penting dalam upaya mengembangakan pribadi anak. Perawatan orang tua yang penuh kasih sayang dan pendidikan tentang kehidupan, keterampilan sosialnya, seperti kurang mampu dalam berkomunikaasi dengan sehat. Dengan hal-hal tersebut maka keharmonisan keluarga sangatlah penting. Nah didalam pergaulan yang dimasuki saat menginjak masa remaja semakin luas. Perlu digaris bawahi mendengar fungsi keluarga, kondisi keluarga yang tidak baikmerupakan faktor kontribusi bagi terjadinya penyalahgunaan narkoba dan perilaku lainya pada remaja. pola hubungan orang tua dengan anak ada beberapa yaitu, terlalu melindungi, pembolehan, penolakan, penerimaan, dominasi, dan terlalu disiplin.
Peran teman sebaya bagi remaja adalah memberikan kesempatan untuk belajar tentang bagaimana berinteraksi dengan orang lain. Dengan mengembangkan keterampilan dan minat yang relevan dengan usianya dan saling bertukar perasaan. Peran lainya membantu remaja untuk memahami identitas diri sebagai suatu hal yang sangat penting, sebab tidak ada fase perkembangan yang kesadaranya dari identitas dirinya.
Lingkungan sosial merupakan wadah bagi remaja untuk bergaul ataupun bersosialisasi dengan lingkungan dan warga setempat. Lingkungan sosial juga memiliki peranan sebagai wahana pendidikan non formal dalam rangka memberikan ruang sosialisasi, sebab dengan bergaul, bertegur sapa dan berkomunikasi secara tidak langsung kita dapat berbagi informasi Lingkungan sosial juga memungkinkan memberikan dampak atau pengaruh negatif apabila lingkungan tersebut tidak sesuai dengan nilai-nilai yang bertentangan dengan kaidah norma yang berlaku pada masyarakat.

D.    Langkah dan Peran Menciptakan Hubungan yang Baik dalam Keluarga
Beberapa langkah dan peran untuk menciptakan hubungan yang baik dalam keluarga adalah berusahalah memahami setiap orang yang tinggal serumah sebaik mungkin, menghargai semua anggota keluarga, menyediakan waktu untuk keluarga, bersikap adil kepada semua orang didalam rumah, jangan marah atau membentak, jangan melakukan diskriminasi, berlajar berkompromi, memberikan bantuang kepada orang lain, mengadakan pesta ulang tahun kejutan dan rayakan keberhasilan seseorang agar ia merasa diperhatikan dan dihargai, jangan mengucapkan kata-kata yang menyerang atau menyakiti perasaan orang lain sebab hal ini bisa memancing kemarahan, adakalahnya kaum remaja merasa sedih atau kesepian, angan ingkar janji, jadikan pribadi yang mampu memaafkan orang lain, jangan terlalu sering menghukum, tanamkan kesadaran tentang kebaikan dengan cara yang baik.

E.     Perspektif tentang Perkembangan Remaja
Mengajarkan kemampuan bagi remaja beberapa strategi bagi remaja mengadakan pelatihan dalam kemampuan sosial  dari remaja. Hal ini ini meliputi strategi menajemen tingkah laku seperti menggunakan penguatan, dan bermain peran untuk membentuk strategi yang baik.

F.     Hubungan Seks dengan Pranikah pada Remaja
Hubungan pengetahuan dengan perilaku seks remaja ditemukan hasil jawaban responden terhadap pertanyaan yang telah diutarakan. Hal ini disebabkan psikologi remaja yang cenderung masih labil yang sangat mudah terpengaruh dengan sikap dan pergaulan serta informasi tidak benar seperti perilaku seks pranikah.

G.    Mencakup Perkembangan Fisik, Kognitif, Sosial, dan Moral
Didalam perkembangan fisik merupakan sistem organ yang kompleks dan sangat menggumkan. Remaja masih mempunyai pemikiran keras kepala dan mengikuti egonya. Perkembangan sosial dasarnya sosialisasi pada remaja diletakan meningkatnya hubungan antara remaja dan temanya. Teman sebaya dapat berperan penting bagi kehidupan remaja karna belajar dan mendapat informasi tentang dunianya diluar keluarga.

H.    Problem Remaja
Beberapa problem remaja yaitu, pertama problem berkaitan dengan perkembangan fisik dan motorik kematangan reproduksi masa remaja ini butuh upaya pemusatan dan jika terbimbing norma-norma menjurus pada penyimpangan perilaku seksual. Kedua, problem berkaitan dengan kognitif dan bahasa ditandai dengan berkembangnya mempunyai kemampuan intelektual yang pesat. Ketiga, problem berkaitan dengan perkembangan perilaku sosial,moralitas, dan keagamaan. Jika tidak dibimbing mungkin saja akan berkembang menjadi konflik nilai dalam lingkunganya. Keempat, problem berkaitan dengan perkembangan kepribadian dan emosional. Seperti contohnya pertengkaran dan perkelahian sering kali terjadi akibat tidak stabil emosinya.

I.       Remaja Putus Sekolah
Masalah putussekolah sungguh sangat serius yang merupakan hambatan bagi remaja untuk mendapat haknya nah faktor internalnya: 1) Malas atau kurang minat bersekolah, 2) sekolah dianggap tidak menarik. Faktor eksternalnya yaitu, 1) ekonomi keluarga, 2) kondisi lingkungan tempat tinggal. Nah disini juga dampak anak putus sekolah: 1) menambah jumlah pengganguran, 2) kerugian bagi masa depan anak, 3) menjadi beban orang tua, 4) menambah kemungkinan terjadinya kenakalan anak dan tindak kejahatan dalam kehidupan sosial bermasyarakat.

J.      Broken Home
Brokenhome dalam bahasa Indonesia adalah sebuah keluarga dimana orang tua telah berpisah. Ada beberapa fase dampak dari broken home, yaitu 1) pecahan keluarga kematian cinta kasih sayang dalam keluarga, 2) fase keterasingkan, kekosongan dan kesendirian seorang anak korban brokenhome, 3) fase pertumbuhan kedewasaan saat korban brokenhome memiliki rasa memberontak, rasa ingin balas dendam, 4) fase kedewasaan saat korban brokenhome mulai menemukan pelarian, protes ketidakadilan bukanlah jalan keluar.

K.    Pengaruh Era Global terhadap Perkembangan Remaja
Media massa perlu menempatkan dirinya sebagai pendidik yang secara stimultan ikut memberikan pengaruh terhadap proses pembentukan karakter remaja. Apabila pada era globalisasi seperti guru dan sekolah menghadapi tantangan pola pergaulan global peserta yang hampir tidak bisa dikendalikan. Globalisasi mampu menyakini masyarakat indonesia bahwa liberalisme dapat membawa kemajuan dan kemakmuran. Hingga menciptakan kecanggihan teknologi seperti saat ini. Namun, jika penggunaannya tidak baik, hal ini akan mempengaruhi perkembangan remaja karena remaja akan kecanduan terhadap gadget dan akhirnya malas belajar.

L.     Tanggung Jawab Orang Tua
Orang tua memiliki tanggung jawab untuk mengontrol pergaulan anak remaja ketika mereka berada di luar. Partisipasi orang tua memiliki unsur penting perihal masalah tanggung jawab dengan pihak sekolah. Agar remaja memiliki pergaulan dan pendidikan yang baik.

M.   Peran Pemerintah Terhadap Pendidikan Masa Depan Remaja
Diketahui bahwa keluarga adalah landasan pondasi sosial yang mana bangsa dan pemerintah berkewajiban untuk menjaga remaja. Pemerintah mempunyai peran penting tarhadap pendidikan masa depan remaja yaitu dengan membuka lembaga atau sekolah formal agar remaja memiliki kesempatan untuk belajar dan memiliki masa depan yang cerah.

N.    Pendidikan untuk Remaja
Pada usia 13 sampai 18 tahun saat anak baru memasuki masa di mana level smp sampai perguruan tinggi, pemikiran ide konsep yang dikembangkan pada masa remaja ini akan sangat berpengaruh terhadap kehidupan masa depan anak dan anak akan mempermainkan peran besar agar membentuk karakter dan kepribadian anak. Al Gazali mengatakan bahwa salah satu faktor metode pendidikan Islam yang baik adalah dengan memberikan anak suatu lingkungan pertemanan yang baik, bermoral, dan religius tentunya kondisi ini menjadi sangat diperlukan saat usia anak memasuki remaja.



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Review Kelompok 12 (Masa Lanjut Usia)