REVIEW KELOMPOK 8
Nama : CINDI NOVITA SARI
NPM : 1801051016
Kelas : PGMI B SEMESTER 4
Tugas : Review Kelompok 8
Mata
Kuliah : Psikologi Perkembangan
Masa Pra-Remaja
Pra-Remaja
merupakan masa anak gadis sebelum masuk tahapan pubertas atau remaja awal.
Periode transisi antara masa kanak-kanak dan adolesens sering dikenal sebagai
pra-remaja oleh profesional dalam ilmu perilaku. Masa pubertas dibagi menjadi
tiga tahapan ( Prapubertas, pubertas dan Pascapubertas). masa pra-puber yang
terjadi pada anak usia 8 sampai 12 tahun. Masa pra-remaja (pra-puber) ini
merupakan periode transisi antara masa kanak-kanak dan adolesens yang
berlangsung sekitar 2 sampai 4 tahun.
A.
Pengertian
Masa Pra-Remaja
Menurut
Monks, pra remaja merupakan masa anak gadis sebelum masuk tahapan pubertas atau
remaja awal. Periode transisi antaramasa kanak-kanak dan adolesens sering
dikenal sebagai pra remaja oleh profesional dalam ilmu perilaku. Menurut Hall
seorang sarjana psikologi Amerika Serikat, masa muda (youth or peadolesecene)
adalah masa perkembangan manusia yang terjadi pada umur 8 sampai 12 tahun. Fase
pra remaja ini ditandai dengan kebutuhan menjalin hubungan dengan teman
sejenis, kebutuhan akan sahabat yang dapat dipercaya, bekerjasama dalam
melaksanakan tugas dan memecahkan masalah kehidupan, dan kebutuhan dalam
membangun hubungan dengan teman sebaya yang memiliki persamaan, kerjasama,
tindakan timbal balik sehingga tidak merasa kesepian.
B.
Tugas
Perkembangan Masa Pra Remaja
Perkembangan
fisik pada masa ini meliputi tinggi, berat badan, perbandingan tubuh, dan gigi.
Perkembangan motorik pada masa ini gerakan mereka mulai menjadi kaku. Dalam
perkembangan sosial pada masa pubertas, remaja mulai tertarik perhatiannya dari
lingkungan keluarga terhadap perilaku sosial yang lebih luas melalui kelompok
teman sebaya. Seiring dengan peningkatannya usia remaja, interaksi dengan orang
tua menjadi berkurang, sebaliknya interaksi dengan teman sebaya menjadi lebih
meningkat. Pada perkembangan emosi, selama periode pra-remaja terjadi gejala
yang hampir sama antara remaja pria maupun wanita. Perkembangan emosi pada masa
ini biasanya berlebihan sehingga mereka mudah tersinggung dan cengeng, tetapi
juga cepat merasa senang atau bahkan meledak-ledak. Perkembangan pemikiran
moral secaa kasar sejajar dengan perkembangan kognitif. Kebanyakan pra remaja
melihat benar dan salah sebagai hal yang mutlak dan tidak dapat dipertanyakan.
Perkembangan agama dalam masa ini, sekitar umur 9-12 tahun, ide tentang do’a
sebagai komunikasi antara anak dan Yang Ilahi mulai tampak. Pada tahap ini, isi
do’a beralih dari keinginan egosentris (mendapat manisan, permainan, boneka) ke
masalah yang tertuju pada orang lain dan bersifat etis (cinta sesama,
perdamaian, tolong menolong).
C.
Ciri-ciri
Pubertas
Pada
tahap remaja awal/pubertas, kalian akan mengalami pertumbuhan fisik yang sangat
pesat. Tentunya kalian akan merasakan sendiri perubahan yang terjadi pada tubuh
kalian. Hal ini dapat dilihat pada pertambahan tinggi badan yang cepat, serta
pertumbuhan dada dan pinggul. Selain perkembangan fisik, pada tahap ini juga
akan terjadi perkembangan seksual. Perubahan yang akan dialami remaja ditandi
oleh matangnya kelamin primer (pada pria ditandai dengan mulai matangnya organ
kelamin terutama testis dan pada wanita ditandai dengan tumbuhnya rahim dan
indung telur (ovum) dan terbentuknya ciri-ciri kelamin sekunder.
Berikut
adalah ciri kelamin sekunder pada laki-laki: 1) jakun mulai tumbuh, 2) suara
berubah lebih besar dan berat, 3) kumis dan jenggot mulai muncul, 4) bagian-bagian
tubuh lain juga mulai ditumbuhi rambut, seperti dada, kaki, ketiak, dan organ
kelamin, 5) otot-otot mulai berkembang membesar dan menonjol, 6) bahu mulai
melebar, 7) jaringan kulit berubah lebih kasar dan pori-pori mulai membesar, 3)
Ciri paling umum sekalipun tidak semua remaja mengalaminya adalah timbulnya
jerawat pada wajah. Adapun pada anak perempuan, ciri kelamin sekunder ditandai
oleh hal-hal berikut: 1) perubahan payudara yang mulai membusung atau membesar,
2) pinggul mulai melebar, 3) rambut mulai tumbuh di ketiak dan organ kelamin,
4) suara berubah nyaring, 5) muncul jerawat pada wajah.
D.
Peran
Orang Tua, Masyarakat dan Pemerintah terhadap Pendidikan dan Pergaulan
Pra-Remaja
Orang
tua mempunyai suatu keinginan memberikan kesempatan belajar dengan membiarkan
anak mengalamai pahit getirnya kehidupan, menghadapi dan mengatasi berbagai
masalah sendiri memang tidak salah. Namun dalam batas-batas tertentu, anak
masih tetap memerlukan campur tangan untuk mengubah dan mengarahkan
proses-proses perkembangan pada seluruh aspek kepribadiannya. Dengan kata lain,
orang tua perlu berusaha mempersiapkan anak dalam menghadapi masa remaja.
Lingkungan masyarakat juga sangat menentukan pembentukan tingkah laku yang baik
atau buruk untuk dapat dicontoh oleh anak.
Masyarakat yang
baik menurut Gillin adalah kelompok manusia yang mempunyai kebiasaan tradisi,
sikap dan perasaan persatuan yang diikat oleh kesamaan agama, yakni agama
Islam. Dalam hal ini masyarakat seharusnya berperan aktif untuk kontrol
perilaku anggota masyarakat yang tinggal di dalamnya. peran pemerintah untuk
pra remaja salah satunya mengadakan wajib belajar. Program wajib belajar
pendidikan 9 tahun merupakan perwujudan pendidikan dasar untuk semua anak usia
6-15 tahun. Secara umum penyelenggaraan perlindungan anak dilaksanakan oleh
pemerintah, masyarakat, keluarga, dan orang tua yang kesemuanya bertanggung
jawab dalam menjamin pelaksanaan tanpa terkecuali. Selain itu pada pasal 22 UU
No. 23 Tahun 2002 mewajibkan bahwa pemerintah harus menghormati hak asasi anak
tanpa membedakan baik fisik, latar belakang, maupun status hukum anak.
REVIEW KELOMPOK 9
Nama : CINDI NOVITA SARI
NPM : 1801051016
Kelas : PGMI B SEMESTER 4
Tugas : Review Kelompok 9
Mata
Kuliah : Psikologi Perkembangan
Psikologi Remaja
Masa
remaja adalah masa dimana peralihan antara anak-anak menuju dewasa. Pada fase
ini remaja lebih ingin bebas dan banyak berinteraksi dengan teman sebayanya.
Kelompok teman sebayanya memegang peranan penting dalam kehidupan remaja hingga
mendorong remaja tersebut untuk bertingkah laku. Hal yang harus diperhatikan
pada remaja adalah masa pencarian jati diri. Sebab akan muncul fenomena negatif
dan fenomena positif yang harus diperhatikan. Fenomena negatif memiliki
sumbangsih kecerdasan emosional yang berlebih dan perilaku yang mengarah pada
tindakan kriminal. Sedangkan fenomena positif kemampuan regulasi emosi yang
baik akan mampu mengelola kondisi dirinya sendiri sehingga masalahnya itu
dihadapi sendiri.
A.
Psikologi
Remaja
Pada
masa ini akan banyak mengalami perubahan pada diri remaja. Baik fisik maupun
psikologis remaja. Mudah sekali memperhatikan masa remaja melalui fisik namun
akan sulit saat memperhatikan melalui psikologis remaja. Meskipun sering kali
kita mendengar bahwa masa remaja terajadi pada usia 12-21 tahun. Faktanya
psikologis remaja tak bisa ditentukan dengan umur. Pada masa ini remaja akan mulai
menjauh dari orang tua karena merasa dirinya sudah dewasa, lebih cenderung
terhadap teman nya dan mulai tertarik dengan lawan jenis, hingga mulaimunculnya
konflik pada dirinya sendiri. Hal inilah yang mengharuskan kita untuk memahami
bagaimana psikologis remaja. Meskipun remaja merasa dirinya mampu mengendalikan
diri dan setiap masalahnya. Faktanya ia butuh orang dewasauntuk memberikan
arahan hidupnya.
Masa perkembangan remaja adalah periode dalam perkembangan
individu yang merupakan masa mencapai kematangan mental, emosional, sosial,
fisik dan pola peralihan dari masa kanak-kanak menuju dewasa Perubahan yang
terjadi pada masa remaja seperti pertumbuhan secara cepat baik fisik, psikis
(stress, anxiety, depresi), dan sosial menimbulkan banyak persoalan dan
tantangan. Salah satu permasalahan yang banyak dirasakan dan dialami oleh
remaja pada dasarnya disebabkan oleh kurang percaya diri.
B.
Pengaruh
Lingkungan Remaja
Masa
remaja adalah saat pembentukan pribadi dimana lingkungan sangat kreatif bila
berperan bila kita perhatika empat faktor yang mempengaruhi remaja yaitu
lingkungan keluarga, teman pergaulan, masyarakat dan dunia luar, lingkungan
yang dibutuhkan remaja adalah lingkungan yang islami dan mendukung perkembangan
imajinasi mereka secara positif dan menentukan mereka kepada kepribadian yang
benar.
C.
Peran
dan Pola Lingkungan Remaja
Keluarga
memiliki peranan yang sangat penting dalam upaya mengembangakan pribadi anak.
Perawatan orang tua yang penuh kasih sayang dan pendidikan tentang kehidupan,
keterampilan sosialnya, seperti kurang mampu dalam berkomunikaasi dengan sehat.
Dengan hal-hal tersebut maka keharmonisan keluarga sangatlah penting. Nah
didalam pergaulan yang dimasuki saat menginjak masa remaja semakin luas. Perlu
digaris bawahi mendengar fungsi keluarga, kondisi keluarga yang tidak
baikmerupakan faktor kontribusi bagi terjadinya penyalahgunaan narkoba dan
perilaku lainya pada remaja. pola hubungan orang tua dengan anak ada beberapa
yaitu, terlalu melindungi, pembolehan, penolakan, penerimaan, dominasi, dan
terlalu disiplin.
Peran
teman sebaya bagi remaja adalah memberikan kesempatan untuk belajar tentang
bagaimana berinteraksi dengan orang lain. Dengan mengembangkan keterampilan dan
minat yang relevan dengan usianya dan saling bertukar perasaan. Peran lainya
membantu remaja untuk memahami identitas diri sebagai suatu hal yang sangat
penting, sebab tidak ada fase perkembangan yang kesadaranya dari identitas
dirinya.
Lingkungan sosial merupakan wadah bagi remaja untuk bergaul
ataupun bersosialisasi dengan lingkungan dan warga setempat. Lingkungan sosial
juga memiliki peranan sebagai wahana pendidikan non formal dalam rangka
memberikan ruang sosialisasi, sebab dengan bergaul, bertegur sapa dan
berkomunikasi secara tidak langsung kita dapat berbagi informasi Lingkungan
sosial juga memungkinkan memberikan dampak atau pengaruh negatif apabila
lingkungan tersebut tidak sesuai dengan nilai-nilai yang bertentangan dengan
kaidah norma yang berlaku pada masyarakat.
D.
Langkah
dan Peran Menciptakan Hubungan yang Baik dalam Keluarga
Beberapa
langkah dan peran untuk menciptakan hubungan yang baik dalam keluarga adalah berusahalah
memahami setiap orang yang tinggal serumah sebaik mungkin, menghargai semua
anggota keluarga, menyediakan waktu untuk keluarga, bersikap adil kepada semua
orang didalam rumah, jangan marah atau membentak, jangan melakukan
diskriminasi, berlajar berkompromi, memberikan bantuang kepada orang lain,
mengadakan pesta ulang tahun kejutan dan rayakan keberhasilan seseorang agar ia
merasa diperhatikan dan dihargai, jangan mengucapkan kata-kata yang menyerang
atau menyakiti perasaan orang lain sebab hal ini bisa memancing kemarahan,
adakalahnya kaum remaja merasa sedih atau kesepian, angan ingkar janji, jadikan
pribadi yang mampu memaafkan orang lain, jangan terlalu sering menghukum, tanamkan
kesadaran tentang kebaikan dengan cara yang baik.
E.
Perspektif
tentang Perkembangan Remaja
Mengajarkan
kemampuan bagi remaja beberapa strategi bagi remaja mengadakan pelatihan dalam
kemampuan sosial dari remaja. Hal ini ini
meliputi strategi menajemen tingkah laku seperti menggunakan penguatan, dan
bermain peran untuk membentuk strategi yang baik.
F.
Hubungan
Seks dengan Pranikah pada Remaja
Hubungan
pengetahuan dengan perilaku seks remaja ditemukan hasil jawaban responden terhadap pertanyaan
yang telah diutarakan. Hal ini disebabkan psikologi remaja yang cenderung masih
labil yang sangat mudah terpengaruh dengan sikap dan pergaulan serta informasi
tidak benar seperti perilaku seks pranikah.
G.
Mencakup
Perkembangan Fisik, Kognitif, Sosial, dan Moral
Didalam
perkembangan fisik merupakan sistem organ yang kompleks dan sangat menggumkan.
Remaja masih mempunyai pemikiran keras kepala dan mengikuti egonya. Perkembangan
sosial dasarnya sosialisasi pada remaja diletakan meningkatnya hubungan antara
remaja dan temanya. Teman sebaya dapat berperan penting bagi kehidupan remaja
karna belajar dan mendapat informasi tentang dunianya diluar keluarga.
H.
Problem
Remaja
Beberapa
problem remaja yaitu, pertama problem berkaitan dengan perkembangan fisik dan
motorik kematangan reproduksi masa remaja ini butuh upaya pemusatan dan jika
terbimbing norma-norma menjurus pada penyimpangan perilaku seksual. Kedua,
problem berkaitan dengan kognitif dan bahasa ditandai dengan berkembangnya
mempunyai kemampuan intelektual yang pesat. Ketiga, problem berkaitan dengan
perkembangan perilaku sosial,moralitas, dan keagamaan. Jika tidak dibimbing
mungkin saja akan berkembang menjadi konflik nilai dalam lingkunganya. Keempat,
problem berkaitan dengan perkembangan kepribadian dan emosional. Seperti
contohnya pertengkaran dan perkelahian sering kali terjadi akibat tidak stabil
emosinya.
I.
Remaja
Putus Sekolah
Masalah
putussekolah sungguh sangat serius yang merupakan hambatan bagi remaja untuk
mendapat haknya nah faktor internalnya: 1) Malas atau kurang minat bersekolah,
2) sekolah dianggap tidak menarik. Faktor eksternalnya yaitu, 1) ekonomi
keluarga, 2) kondisi lingkungan tempat tinggal. Nah disini juga dampak anak
putus sekolah: 1) menambah jumlah pengganguran, 2) kerugian bagi masa depan
anak, 3) menjadi beban orang tua, 4) menambah kemungkinan terjadinya kenakalan
anak dan tindak kejahatan dalam kehidupan sosial bermasyarakat.
J.
Broken
Home
Brokenhome
dalam bahasa Indonesia adalah sebuah keluarga dimana orang tua telah berpisah.
Ada beberapa fase dampak dari broken home, yaitu 1) pecahan keluarga kematian
cinta kasih sayang dalam keluarga, 2) fase keterasingkan, kekosongan dan
kesendirian seorang anak korban brokenhome, 3) fase pertumbuhan kedewasaan saat
korban brokenhome memiliki rasa memberontak, rasa ingin balas dendam, 4) fase
kedewasaan saat korban brokenhome mulai menemukan pelarian, protes
ketidakadilan bukanlah jalan keluar.
K.
Pengaruh
Era Global terhadap Perkembangan Remaja
Media
massa perlu menempatkan dirinya sebagai pendidik yang secara stimultan ikut
memberikan pengaruh terhadap proses pembentukan karakter remaja. Apabila pada
era globalisasi seperti guru dan sekolah menghadapi tantangan pola pergaulan
global peserta yang hampir tidak bisa dikendalikan. Globalisasi mampu menyakini masyarakat indonesia bahwa liberalisme dapat
membawa kemajuan dan kemakmuran. Hingga menciptakan kecanggihan teknologi
seperti saat ini. Namun, jika penggunaannya tidak baik, hal ini akan
mempengaruhi perkembangan remaja karena remaja akan kecanduan terhadap gadget
dan akhirnya malas belajar.
L.
Tanggung
Jawab Orang Tua
Orang
tua memiliki tanggung jawab untuk mengontrol pergaulan anak remaja ketika
mereka berada di luar. Partisipasi orang tua memiliki unsur penting perihal
masalah tanggung jawab dengan pihak sekolah. Agar remaja memiliki pergaulan dan
pendidikan yang baik.
M.
Peran
Pemerintah Terhadap Pendidikan Masa Depan Remaja
Diketahui
bahwa keluarga adalah landasan pondasi sosial yang mana bangsa dan pemerintah
berkewajiban untuk menjaga remaja. Pemerintah mempunyai peran penting tarhadap
pendidikan masa depan remaja yaitu dengan membuka lembaga atau sekolah formal
agar remaja memiliki kesempatan untuk belajar dan memiliki masa depan yang
cerah.
N.
Pendidikan
untuk Remaja
Pada
usia 13 sampai 18 tahun saat anak baru memasuki masa di mana level smp sampai
perguruan tinggi, pemikiran ide konsep yang dikembangkan pada masa remaja ini
akan sangat berpengaruh terhadap kehidupan masa depan anak dan anak akan
mempermainkan peran besar agar membentuk karakter dan kepribadian anak. Al
Gazali mengatakan bahwa salah satu faktor metode pendidikan Islam yang baik
adalah dengan memberikan anak suatu lingkungan pertemanan yang baik, bermoral,
dan religius tentunya kondisi ini menjadi sangat diperlukan saat usia anak
memasuki remaja.
Komentar
Posting Komentar