REVIEW KELOMPOK 1
Nama : CINDI NOVITA SARI
NPM : 1801051016
Kelas : PGMI B SEMESTER 4
Tugas : Review Kelompok 1
Mata Kuliah : Psikologi Perkembangan
Pengertian Psikologi Perkembangan,
Prinsip Perkembangan, Faktor-Faktor Pengaruh terhadap Perkembangan
A.
Pengertian
Psikologi Perkembangan
Psikologi
(dari bahasa Yunani kuno: psyche =
jiwa dan logos = kata) dalam arti
bebas psikologi adalah ilmu yang mempelajari tentang jiwa /mental. psikologi
dapat didefinisikan sebagai ilmu pengetahuan yang mempelajari tingkah laku dan
proses mental. Jadi, pengertian psikologi secara harfiah adalah ilmu tentang
jiwa. Istilah psikologi digunakan pertama kali oleh seorang ahli dari Jerman
yang bernama Philip Melancchton.
Perkembangan
dalam bahasa inggris disebut development. Santrock mengartikan perkembangan
adalah pola perubahan yang dimulai sejak masa konsepsi dan berlanjut sepanjang
kehidupan. Didalam istilah perkembangan termasuk istilah perkembangan dan
pertumbuhan. Perkembangan berorientasi proses mental, sedangkan pertumbuhan
lebih berorientasi pada peningkatan ukuran dan struktur. Perkembangan berlangsung
seumur hidup, sedangkan pertumbuhan mengalami batas waktu tertentu.
Perkembangan berkaitan dengan hal hal yang bersifat fungsional, sedangkan
pertumbuhan bersifat biologis. Perkembangan adalah perubahan psikis (kondisi
mental) yang bersifat progresif (kemajuan atau kearah perbaikan) dan
menyebabkan tercapainya kemampuan dan sifat sifat yang baru. Perkembangan
individu merupakan sesuatu yang kompleks, artinya banyak faktor yang turut
berpengaruh dan saling terjalin dalam berlangsungnya proses perkembangan, baik
unsur bawaan maupun unsur pengalaman yang diperoleh dalam berinteraksi dengan
lingkungan sama-sama memberikan kontribusi tertentu terhadap arah dan laju
perkembangan tersebut.
B.
Prinsip
Perkembangan
Prinsip
yang paling utama dalam perkembangan itu adalah bahwa perkembangan pada dasarnya
saling terkait secara erat dan mengikuti pola atau arah tertentu. Prinsip
prinsip perkembangan yaitu sebagai berikut :
1. Perkembangan
mencakup proses proses biologis, kognitif, dan Sosio Emosional.
a. Proses
bilogis meliputi: perubahan fisik individu seperti berat badan tinggi badan,
dan lain lain.
b. Proses
kognitif, meliputi: perubahan pada pemikiran intelegensi dan bahasa.
c. Proses
sosial Emosional, meliputi: perubahan emosi dan kepribadian individu.
2. Tahun-tahun
pemulaan merupakan masa kritis artinya tahun tahun pertama kehidupan adalah
sangat penting karena merupakan dasar perkembangan atau penentu perkembangan
selanjutnya.
3. Perkembangan
individu bersifat holistik.
4. Perkembangan
mengikuti pola tentunya yang dapat diprediksi.
5. Perkembangan
dibantu oleh stimulasi (rangsangan).
6. Perkembangan
merupakan hasil kematangan dan belajar.
7. Ada
perbedaan induvidual dalam perkembangan.
8. Perkembangan
dipengaruhi oleh budaya.
9. Setiap
tahap perkembangan mempunyai tugas tugas perkembangan.
C.
Faktor-Faktor
Pengaruh terhadap Perkembangan
Faktor
faktor yang mempengaruhi perkembangan terdiri dari dua faktor yaitu faktor internal
dan faktor eksternal:
1. Faktor
internal adalah faktor keturunan, bakat yang dimiliki dan proses pematangan fungsi
kognitif.
2. Faktor
eksternal adalah lingkungan sekitar nya dan proses belajar peserta didik.
Pola perkembangan setiap individu berbeda, dengan demikian faktor-faktor
yang mempengaruhi perkembangan psikologis dilihat dari segi sudut pandang dan eksistensi
tidak sama. Adapun faktor faktor yang mempengaruhi perkembangan psikologis
adalah sebagai berikut:
1.
Faktor
nativisme, menurut pendapat aliran ini menyatakan bahwa perkembangan manusia
itu sepenuhnya ditentukan oleh faktor pembawaan atau faktor faktor yang dibawa
sejak lahir.
2.
Faktor
empirisme, teori ini berpendapat bahwa lingkunganlah yang menjadi penentu
perkembangan seseorang baik buruknya perkembangan pribadi seseorang sepenuhnya
ditentukan oleh lingkungan atau pendidikan.
3.
Faktor konfergensi,
menurut teori ini baik unsur pembawaan maupun unsur lingkungan sama-sama
merupakan faktor yang dominan pengaruhnya bagi perkembangan seseorang.
REVIEW KELOMPOK 2
Nama : CINDI NOVITA SARI
NPM : 1801051016
Kelas : PGMI B SEMESTER 4
Tugas : Review Kelompok 2
Mata Kuliah : Psikologi Perkembangan
Sejarah
Psikologi Perkembangan: Sejarah Lahir Dan Perkembangan Ilmu Psikologi
Perkembangan, Madzhab/Aliran
Secara
garis besar sejarah perkembangan psikologi dibagi menjadi tiga periodisasi,
yaitu psikologi pada periode filsafat dimana psikologi masih menjadi bagian
dari ilmu filsafat, periode psikologi sebagai bagian dari ilmu Faal, dan
psikologi sebagai ilmu yang berdiri sendiri.
A.
Psikologi
Sebagai Bagian Dari Filsafat (Psikologi Kuno)
Pada zaman
dahulu, psikologi dipengaruhi oleh cara-cara berfikir dan terpengaruh oleh
filsafat sendiri. Hal ini dimungkinkan karena para ahli psikologi pada masa itu
juga adalah ahli-ahli filsafat. Pengaruh filsafat terhadap psikologi kuno,
berlangsung sejak zaman Yunani Kuno sampai pada zaman pertengahan 400 SM sampai
dengan 1800 SM. Pada zaman Yunani Kuno terkenal dua orang tokoh filsuf, yaitu
Plato dan Aritoteles yang keduanya banyak menyelidiki hidup kejiwaan manusia
serta alam ini. Plato terkenal dengan aliran fikirnya disebut Idealisme, sedangkan Aritoteles terkenal
dengan lairan realisme. Tetapi
meskipun berbeda, aliran, dalam soal kejiwaan mereka tidak jauh berbeda, baik
dalam soal kejiwaan mereka ataupun pendapatnya.
Filsafat telah
mempelajari gejala-gejala kejiwaan sejak 500-600 SM, yaitu melalui
filsuf-filsuf yunani kuno. Diantara para filsuf itu, Thales (624-548 SM) yang
dianggap sebagai bapak filsafat. Thales mengartikan jiwa sebagai sesutu yang
supranatural. Jadi jiwa tidak ada, karena menurut Thales yang ada di alam ini
hanyalah gejala alam (natural phenomena)
dan semua gejala alam berasal dari air
B.
Psikologi
Zaman Pertengahan
Psikologi sebagai
bagian dari ilmu Faal (Fisiologi) muncul pada abad 19 seiring dengan kemajuan
ilmu alam (natural science). Pada fase ini pemikiran tentang manusia terus
berkembang dan banyak dilakukan eskplorasi fisiologis manusia secara empiris,
seperti kemajuan-kemajuan di bidang fisiologis meliputi riset-riset di bidang
aktifitas syaraf, sensasi dan otak yang memberi dasar empiris bagi
fungsi-fungsi yang sebelumnya dianggap fungsi dari soul (jiwa), yang juga
sebelumnya dianggap sangat abstrak.
Filsuf terbesar
pada zaman pertengahan adalah Thomas Van Aquino (1225-1274). Beliau menulis
Summa Theologiae, ajaran psikologinya mengikuti ajaran Aristoteles. Thomas
berpendapat bahwa, jiwa dan raga manusia itu tidak dapat dipisahkan-pisahkan,
ia menyebutnya sebagai dwimurti, artinya dua jalan, yakni jalan jasmani dan
jalan rohani. Thomas juga mengajarkan tiga anima seperti Aristoteles, yakni ada
tiga tingkatan jiwa, yaitu: anima vegetativa, anima sensitiva dan anima intellectiva.
C.
Psikologi
Berdiri Sebagai Ilmu Pengetahuan
Pemikiran para
filsuf Yunani Kuno terus sampai zaman Renaisan, yaitu zaman revolusi ilmu
pengetahuan di eropa. Pengakuan bahwa psikologi sebagai ilmu pengetahuan baru
muncul sekitar pada abad ke-19 atau beberapa waktu sebelum psikologi berdiri
sendiri dan terlepas dari filsafat. Pada era ini Rene Descartes (1596-1650) seorang filsuf Prancis mencetuskan
definisi bahwa ilmu jiwa (Psikologi) adalah ilmu tentang kesadaran. Psikologi
sebagai sebuah ilmu pengetahuan yang ilmiah muncul secara gradual. Sebagai
penanda bahwa psikologi diakui keilmiahannya adalah berdirinya laboratorium
psikologi pertama di dunia. Laboratorim itu dibangun oleh Wilhelm Wundt pada
tahun 1879, di Leipzig, German.
D.
Psikologi
di Indonesia
Keberadaan
psikologi di indonesia dimulai pada tahun 1952. DI Indonesia, psikologi
dibutuhkan dalam bidang kesehatan, bisnis, pendidikan, politik, permasalahan
sosial, dan lain-lain. Psikologi di Indonesia diperkenalkan oleh Slamet Imam
Santoso, seorang profesor psikiatri di Fakultas Kedokteran Universitas
Indonesia.
E.
Aliran/Madzhab
Psikologi Perkembangan
Berikut ini adalah madzhab/aliran perkembangan
perkembangan, diantaranya: strukturalisme
(Wundt berpendapat psikologi sudah seharusnya mempelajari jiwa dari segi
unsur-unsurnya dimana jiwa tersebut tersusun), fungsionalisme (diperkenalakan oleh William James yang minatnya
begitu besar dalam hal telepatis spiritualisme, komunikasi dengan orang-orang
yang telah meninggal), behavionisme
(objek penelitian aliran ini adalah tingkah laku), asosiasionisme (diperkenalkan oleh Hobbes), psikoanalisis (diperkenalkan oleh Sigmund Freud), humanistik (aliran ini menekankan
pahamnya pada kekuatan dan keistimewaan manusia), gestalt (teori ini mengatakan bahwa belajar adalah perubahan
perilaku yang terjadi melalui pengalamn), dan psikologi islam (dipandang memiliki jangkauan yang lebih luas.
Bukan hanya pemikiran dan praktik yang berasal dari agama Islam, tapi juga dari
sumber-sumber lain yang dapat diterima atau tidak bertentangan dengan ajaran
agama Islam).
Komentar
Posting Komentar