A New Journey

Perihal jodoh harus dikejar atau ditunggu? Kata cak Nun, "kamu harus berbuat benar terlebih dahulu kepada dirimu sendiri dan bersabar". Sederhana tapi sangat bermakna. Mirip-mirip dengan kalimat "self love", tapi menurutku kalo self love banyak yang mengartikan untuk berbuat apapun yang kita suka. Kalo cak Nun konteksnya lebih ke perbaiki diri terlebih dahulu, kamu harus baik terhadap diri kamu sendiri, harus sayang, harus menjaga kesehatan diri, tidak membuat diri berpikir negatif, tidak membuat kerusakan terhadap diri, harus cinta dengan diri sendiri lalu bersabar. Insyaallah, Allah beri yang kita butuhkan. Kalau diri sudah baik, Insyaallah akan selalu dilingkupi oleh kebaikan juga. Wallahu a'lam. Tapi, kalau kamu masih galau dan meresahkan masa lalu, aku hanya tau, kamu belum melakukan kebaikan terhadap dirimu. Let's make a new journey Cin. Allah ada untuk kamu, sayang banget kalau hidup cuma sekali dan cuma digunain untuk menyesali masa lalu. Gapai ilmu ...

Review Kelompok 10 (Masa Dewasa Awal) dan Kelompok 11 (Masa Dewasa Madya)


REVIEW KELOMPOK 10
Nama               : CINDI NOVITA SARI
NPM               : 1801051016
Kelas               : PGMI B SEMESTER 4
Tugas               : Review Kelompok 10
Mata Kuliah    : Psikologi Perkembangan

MASA DEWASA AWAL
Dewasa awal ialah individu yang berada pada rentang usia 20-40 tahun, dimana salah satu tugas perkembangannya ialah menjalin komitmen pribadi dengan lawan jenis, yaitu melalui pernikahan. Pernikahan adalah sebuah komitmen legal dengan ikatan emosional antara dua orang untuk saling berbagi baik keintiman fisik maupun emosional, tanggung jawab, dan juga sumber pendapatan. Dewasa awal merupakan masa peralihan dari masa remaja menuju ke masa dewasa. Masa muda (youth) adalah istilah ahli sosiologi Kenneth Kenniston (dalam Santrock, 2002),untuk periode transisi antara masa remaja dan masa dewasa yang merupakan masa perpanjangan kondisi ekonomi dan pribadi yang sementara. Masa ini merupakan masa individu untuk mulai dapat memenuhi kebutuhan ekonomi dan kebutuhan pribadi secara mandiri. Hurlock salah seorang psikologi menyatakan bahwa seseorang dikatakan dewasa bila telah memiliki kekuatan tubuh secara maksimal, siap berproduksi, dan telah dapat diharapkan memiliki kesiapan kognitif, afektif,dan psikomotor, serta dapat diharapkan memainkan perannya bersama dengan individu-individu lain dalam masyarakat.
Menurut Hurlock, hal-hal yang menonjol dalam masa-masa dewasa awal sebagi berikut: 1) Masa dewasa awal merupakan masa pengaturan, 2) Masa dewasa dini sebagai usia reproduktif, 3) Masa dewasa awal sebagai masa bermasalah, 4) Masa dewasa awal sebagai masa ketegangan emosional, 5) Masa dewasa awal sebagai masa keterasingan sosial, 6) Masa dewasa awal sebagai masa komitmen, 7) Masa dewasa awal sering merupakan masa ketergantungan, 8) Masa dewasa awal sebagai masa perubahan nilai, 9) Masa dewasa awal masa penyesuaian diri dengan cara hidup baru, 10) Masa dewasa awal sebagai masa kreatif.

1.      Masa Matang pada Masa Dewasa Awal
Ditinjau dari tugas perkembangan yang sedang dihadapi pada fase dewasa awal, maka tugas perkembangan yang sedang dihadapi adalah memilih pasangan, mempersiapkan pernikahan dan hidup berkeluarga. ).Walgito (2002),menjelaskan bahwa bila seseorang telahmatang emosinya, maka individu tersebut telah dapat mengendalibkan emosinya, sehingga individu akan berpikir secara matang, berpikir secara baik, dan berpikir secara obyektif.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kematangan emosi dengan persepsi terhadap pernikahan pada usia dewasa awal dan untuk mengetahui seberapa besar sumbangan efektif yang diberikan olehkematangan emosi terhadap persepsi terhadap pernikahan.

2.      Menemukan Jati Diri dan Kemandirian pada Masa Dewasa Awal
Masa dewasa merupakan masa peralihan dari masa ketergantungan ke masa mandiri, baik dari segi ekonomi, kebebasan menentukan diri sendiri, dan pandangan tentang masa depan sudah lebih realistis, pada masa ini, penentuan relasi sangat memegang peranan. Menurut Erikson seseorang yang sedang mencari identitas akan berusaha “menjadi seseorang”, yang berarti berusaha mengalami diri sendiri sebagai “AKU” yang bersifat sentral, mandiri, unik, yang mempunyai suatu kesadaran akan kesatuan batinnya, sekaligus juga berarti menjadi “seseorang” yang diterima dan diakui oleh orang banyak. Pemilihan karier yang tepat merupakan salah satu usaha menuju kemandirian baik secara finansial maupun psikologis.

3.  Perkembangan Kognitif, Sosial, Moral, Agama, Karir, dan Perencanaan Membentuk Keluarga pada Masa Dewasa Awal
Ditinjau dari teori perspektif teori kognitif Piaget, maka remaja telah mencapai tahap pemikiran operasional formal (formal operational thought),yaitu suatu tahap perkembangan kognitif yang dimulai pada usia sekitar 11/12 tahun sampai mereka mencapai masa dewasa (Lerner & Hustlsch, 1983). Maka dalam hal ini, perkembangan kognitif pada masa dewasa awal tentu akan mengarah kepada kehidupan dan masa depan seperti menikah, memiliki pekerjaan yang mapan serta menyiapkan tabungan dan segala macam kebutuhan untuk menunjang kehidupanya di masa mendatang. Secara umum, pola perilaku moral atau kebiasaan pribadi seseorang dipandu oleh keyakinan agama. Artinya dimensi ini berkaitan dengan bagaimana seseorang merealisasikan ajaran-ajaran agama atau pengetahuan-pengetahuan agama yang diyakini, dalam perilaku sehari-hari
Umur ideal yang dikemukakan beberapa hal sebagai bahan pertimbangan Walgito (2004) adalah umur yang sebaikanya untuk melangsungkan pernikahan pada wanita sekitar 23-24 tahun, sedangkan pada pria sekitar umur 26-27 tahun. Pada umur-umur tersebut pada umumnya telah mencapai kematangan kejasmanian, psikologis, dan dalam keadaan normal pria umur sekitar 26-27 tahun telah memilki penghasilan untuk menghidupi keluarga.
Masa dewasa menurut konsep Islam adalah fase dimana seseorang telah memilikitingkat kesadaran dan Kecerdasan emosional,moral,spiritual dan agama secaramendalam.Saat telah menginjak usiadewasa terlihat adanya kematangan jiwa mereka; “Saya hidup dan saya tahu untuk apa,” menggambarkan bahwa di usia dewasa orang sudah memiliki tanggung jawab serta sudah menyadari makna hidup.Dengan kata lain, orang dewasa berusaha mencari nilai-nilai yang akan dipilihnya dan berusaha untuk mempertahankan nilai-nilai yang dipilihnya.

4.      Kemandirian dalam Bersikap, Bertindak, Ekonomi, dan Pendidikan Dimasa Dewasa Awal
Banyak orang dewasa muda yang tidak atau kurang memiliki ketrampilan untuk pekerjaan tertentu serta tidak sesuai pula dengan ketrampilan dan pengetahuan yang dimiliki. Masa ini disebut “masa berharap bekerja (job hopping)” yang biasa terjadi pada waktu orang dewasa berusia 20an –30an.Memilih bidang pekerjaan yang cocok dengan minat dan bakatnya dapat dilihat dari beberapa faktor umum seperti apakah dirinya menyukai jenis pekerjaan yang dipilihnya, mampu menyelesaikan tugas-tugas tertentu dengan baik, dan keharusan membayar uang atau tanggung jawab lainnya. Orang dewasa muda yang mempunyai tanggung jawab untuk menanggung beban keluarga sering lebih cepat dalam menentukan bidang pekerjaan yang diminati dibandingkan dengan orang dewasa muda yang tidak mempunyai tanggungan keluarga.

5.   Tanggung Jawab Sosial dan Moral Dewasa Awal terhadap Orang Tua, Masyarakat, dan Bangsa
Sebagai individu yang sudah tergolong dewasa peran dan tanggung jawabnya tentu makin bertambah besar,tak lagi harus bergantung secara ekonomis,sosiologis,ataupun psikologis pada orang tuanya.mereka harus merasa tertantang untuk membuktikan dirinya sebagai seorang pribadi dewasa yang mandiri. Menjadi dewasa artinya tidak sekedar tumbuh dan berkembang secara fisik, tetapi juga menjadi metang secara emosional, sosial dan juga moral. Kedewasaan mengandung seperangkat tanggung jawab pribadi dan sosial. Kematangan seseorang diukur dari sejauh mana ia dapat bertanggung jawab untuk diri sendiri dan orang lain.

REVIEW KELOMPOK 11
Nama               : CINDI NOVITA SARI
NPM               : 1801051016
Kelas               : PGMI B SEMESTER 4
Tugas               : Review Kelompok 11
Mata Kuliah    : Psikologi Perkembangan

MASA DEWASA MADYA

Pada umumnya usia madya atau usia setengah baya dipandang sebagai masa usia antara 40 – 60 tahun. Masa tersebut pada akhirnya akan ditandai oleh perubahan jasmani dan mental. Pada usia 60 tahun biasanya terjadi penurunan kekuatan fisik, sering pula diikuti oleh penurunan daya ingat. Selama masa dewasa dunia sosial dan personal dari individu menjadi lebih kompleks dibandingkan dengan masa-masa sebelumnya. Penyesuaian pada tahap usia ditentukan oleh dua faktor. Pertama adalah sejauh mana seseorang memainkan salah satu peran sosial secara tepat sesuai dengan yang diharapkannya. Kedua adalah sejauh mana seseorang memainkan peran penting dalam mengembangkan tugas seseorang selama usia madya untuk mencapai tanggung jawab sebagai warga negara dan tanggung jawab sosial.

1.      Dewasa Madya
Ada beberapa pendapat tentang masa dewasa madya, antara lain : Usia dewasa madya atau yang popular dengan istilah setengah baya, dari sudut posisi usia dan terjadinya perubahan fisik maupun psikologis, memiliki banyak kesamaan dengan masa remaja. Bila masa remaja merupakan masa peralihan, dalam arti bukan lagi masa kanak-kanak namun belum bisa disebut dewasa, maka pada setengah baya, tidak dapat lagi disebut muda, namun juga belum bisa dikatakan tua.

2.      Perkembangan Fisik Dewasa Madya
Pada masa ini, baik pria maupun wanita selalu terdapat ketakutan, dimana penampilannya pada masa ini akan menghambat kemampuannya untuk mempertahankan pasangan mereka, atau mengurangi daya tarik lawan jenis. Ada beberapa Perubahan Fisik pada masa ini antara lain ; tumbuhnya uban, kulit mulai keriput, gigi yang menguning, tulang-tulang bergeser lebih dekat antara yang satu dengan yang lainnya, sulit melihat objek-objek yang dekat, penurunan pada sensitivitas pendengaran, menopause (reproduksi haid akan mulai berhenti), dan lain-lain. Melihat dan mendengar merupakan dua perubahan yang paling menyusahkan paling banyak tampak dalam dewasa tengah. Daya akomodasi mata untuk memfokuskan dan mempertahankan gambar pada retina akan mengalami penurunan tajam antara usia 40 tahun keatas. Karena pada usia tersebut aliran darah pada mata juga berkurang. Pendengaran mungkin juga mulai menurun pada usia ini yaitu mulai memasuki usia 40. Pada masa usia madya terjadi penurunan dalam kemampuan indera, perubahan keberfungsian fisiologis dan penurunan kesehatan.

3.      Perkembangan Sosial
Pada masa dewasa madya ini, individu memasuki peran kehidupan yang lebih luas. Pola dan tingkah laku sosial orang dewasa berbeda dalam beberapa hal dari orang yang lebih muda. Perbedaan-perbedaan tersebut tidak disebabkan oleh perubahan-perubahan fisik dan kognitif yang berkaitan dengan penuaan, tetapi lebih disebabkan oleh peristiwa-peristiwa kehidupan yang dihubungkan dengan keluarga dan pekerjaan. Selama periode ini orang melibatkan diri secara khusus dalam karir, pernikahan, dan hidup berkeluarga. Menurut Erikson, perkembangan psikososial selama masa dewasa dan tua ini ditandai dengan tiga gejala penting, yaitu keintiman, genertif dan integritas.

4.      Perkembangan Kognitif
Pada tahap perkembangan kognitif terjadi perubahan perkembangan intelektual dewasa sudah mencapai titik akhir puncaknya yang sama dengan perkembangan tahap sebelumnya. Pada masa ini individu dalam menyelesaikan masalahnya terlebih dahulu memikirkannya secara teoritis. Ia menganalisis masalahnya dengan penyelesaian berbagai hipotesis yang mungkin ada. Atas dasar analisanya ini, seorang individu kemudian membuat suatu strategi penyelesaian.

5.      Perkembangan Agama pada Masa Dewasa Madya
Sejalan dengan tingkat perkembangan usianya, sikap keberagamaan pada orang dewasa mempunyai ciri-ciri sebagai berikut: 1) menerima kebenaran agama berdasarkan pertimbangan pemikiran yang matang, bukan sekedar ikut-ikutan, 2) realis, sehingga norma-norma agama lebih banyak diaplikasikan dalam sikap dan tingkah laku, 3) bersikap positif terhadap ajaran dan norma-norma agama dan berusaha untuk mempelajari dan memperdalam pemahaman keagamaan, 4) tingkat ketaatan beragama didasarkan atas pertimbangan dan tanggung jawab diri hingga sikap keberagaman merupakan realisasi dari sikap hidup, 5) bersikap lebih terbuka dan wawasan yang lebih luas, 6) bersikap lebih kritis terhadap materiajaran agama sehingga kemantapan beragama selain didasarkan atas pertimbangan pikiran, juga didasarkan atas pertimbangan hati nurani, 7) sikap keberagaman cenderung mengarah kepada tipe-tipe kepribadian masing-masing, sehingga terlihat adanya pengaruh kepribadian dalam menerima, memahami serta melaksanakan ajaran agama yang diyakininya, 8) terlihat adanya hubungan antara sikap keberagaman dengan kehidupan sosial, sehingga perhatian terhadap kepentingan organisasi sosial keagamaan sudah berkembang.

6.      Peran Pendidikan pada Masa Dewasa Madya
Pada usia dewasa madya, pendidikan sudah melemah. Karena pada usia dewasa madya, adalah usia yang telah matang. Dan pada saat ini, seseorang telah mampu mengaplikasikan pendidikan yang telah diterima itu kepada anak-anaknya. Seseorang telah menjadi orang tua dan mampu mengarahkan anak-anaknya kepada pendidikan yang lebih maju lagi, sehingga mampu menjadikan anak-anaknya sukses.

7.      Menghadapi Masa Menopause dan Andropause
Bagi wanita, perubahan biologis yang utama terjadi selama masa pertengahan dewasa adalah perubahan dalam hal kemampuan reproduktif, yakni mulai mengalami menopause  atau berhentinya menstruasi dan hilangnya kesuburan. Pada umunya, menopause mulai terjadi pada usia sekitar 50 tahun, tetapi ada juga yang sudah mengalami menopause pada usia 40 tahun. Peristiwa menopause disertai dengan berkurangnya hormone estrogen. Avis menyatakan dikutip oleh Nilal Ulya bahwa wanita dalam usia menopause mudah tersinggung, gugup, tertekan, dan depresi yang meningkat, tetapi penelitian tidak menetapkan hubungan yang jelas antara gangguan dan perubahan biologos normal tersebut.
Bagi laki-laki, proses penuaan selama pertengahan dewasa tidak begitu nampak jelas, karena tidak ada tanda-tanda fisiologis dari peningkatan usia seperti berhentinya haid pada perempuan. Lebih dari itu, laki-laki tetap subur dan mampu menjadi ayah anak-anak sampai memasuki usia tua. Hanya beberapa kemunduran fisik juga terjadi secara berangsur-angsur, seperti berkurangnya produksi air mani.

8.      Status Sosial Dewasa Madya
Banyak orang yang berusia madya terutama kaum wanitanya menyadari bahwa kegiatan sosial dapat menghilangkan kesepian karena anak-anak telah dewasa semua dan mulai berkeluarga. Selama usia madya, orang senang terhadap kegiatan menjamu teman dalam bentuk acara makan malam, pesta-pesta, dan pada umumnya kehidupan sosial mereka senang berkumpul dengan jenis kelamin yang sama. Kegiatan semacam ini mencapai puncaknya pada waktu mereka berusia sekitar akhir 40 an dan mengakami penurunan pada usia 60-an. Ada kegiatan sosial untuk orang yang berusia madya yang membedakan jenis kelamin sebagai persyaratan yang setengah resmi. Kebanyakan pria menjadi anggota yang lebih dari satu organisasi, sedangkan wanita lebih banyak mencurahkan tenaga dan waktunya dalam kegiatan organisasi dimana dia terdaftar sebagai anggotanya dibandingkan pria.

9.      Perkembangan Karir Masa Dewasa Madya
Berkaitan dengan usia yang semakin tua, pada usia dewasa madya tugas perkembangan bukan lagi untuk menikah. Usia dewasa madya dimulai sekitar usia 40 tahun hingga 60 tahun  dan merupakan masa produktif bagi yang memiliki karir. Di usia yang makin matang, kesibukan dalam karir, serta mobilitas yang cukup tinggi, utamanya bagi perempuan yang tinggal di daerah perkotaan, dapat mengurangi kesempatan untuk menemukan pasangan hidup. Ada sejumlah kondisi yang penting bagi pria, yang mempengaruhi proses penyesuaian pria terhadap pekerjaannya. Pertama, apabila pekerjaannya memungkinkannya untuk berperan maka ia akan memainkan perannya, ia akan merasa sangat puasdan proses penyesuaiannya berjalan dengan sangat harmonis. Kedua, kepuasan dapat diperoleh apabila pria merasa bahwa pekerjaannya menuntut banyak kemampuan yang dimiliki dan hasil pendidikannya. Ketiga, proses penyesuaian dengan pekerjaan dipengaruhi oleh cara pria menyesuaikan dirinya dengan wewenang. Keempat, penyesuaian terhadap pekerjaan dipengaruhi oleh meningkat tidaknya gaji yang diterima.

10.  Kontribusi Keluarga Usia Madya
Memasuki usia dewasa madya, seorang pria harus mempersiapkan diri untuk dapat hidup dan menghidupi keluarganya. Ia harus mulai bekerja mencari nafkah. Kaum perempuanpun harus juga mempersiapkan dirinya untuk berumah tangga. Individu yang telah memasuki usia dewasa madya menghadapi penyesuaian terhadap kehidupan keluarga. Penyesuaian ini dilakukan karena pada saat usia madya terjadi perubahan besar dalam kehidupan keluarga seorang individu seperti mulai ditinggalkan oleh anak, pasangan yang mulai menua, dan berbagai perubahan lainnya.

11.  Kontribusi terhadap Anak
Para orang tua  bahkan merasa bangga dan bahagia, ketika melihat anak-anak sanggup melangkahkan kaki, menjadi pribadi yang mandiri dan dewasa. Dan yang terpenting, hubungan antara orang tua dengan anak-anak mereka malah semakin berkualitas. Mengapa demikian? Alasannya karena berkurangnya stressor atau tekanan yang biasanya muncul ketika keduanya (orang tua - anak) tinggal satu rumah; apalagi ketika sang anak berada di usia remaja. Mereka malah menganggap bahwa pada masa ini merupakan masa yang menyenangkan atau berdampak positif bagi mereka karena mereka merasa telah berkurang stresor atau tekanan yang muncul ketika orang tua dan anak masih tinggal satu rumah dan justru pada masa itu mendatangkan manfaat lain, bisa menentukan kepuasan dan kebahagiaan orang tua dalam menjalani fase usia dewasa madya ini.

12.  Menjadi Warga Negara yang Bertanggung Jawab
Warga Negara yang baik adalah warga Negara yang taat dan patuh pada tata aturan perundang-undangan yang berlaku. Hal ini diwujudkan dengan cara-cara seperti berikut: 1) menggunakan dan memiliki surat-surat kewarganegaraan (KTP, Akta Kelahiran, surat paspor/visa bagi yang akan keluar negeri), 2) membayar pajak (pajak televisi, telepon, listrik, air, pajak kendaraan, dan pajak tanah), 3) menjaga ketertiban dan keamanan masyarakat dengan mengendalikan diri agar tidak terlihat buruk di mata masyarakat, 4) mampu menyesuaikan diri dalam pergaulan sosial dimasyarakat ikut terlibat dalam kegiatan gotong-royong, kerja bakti membersihkan selokan, memperbaiki jalan dan sebagainya.





Komentar

Postingan populer dari blog ini

Review Kelompok 12 (Masa Lanjut Usia)