A New Journey

Perihal jodoh harus dikejar atau ditunggu? Kata cak Nun, "kamu harus berbuat benar terlebih dahulu kepada dirimu sendiri dan bersabar". Sederhana tapi sangat bermakna. Mirip-mirip dengan kalimat "self love", tapi menurutku kalo self love banyak yang mengartikan untuk berbuat apapun yang kita suka. Kalo cak Nun konteksnya lebih ke perbaiki diri terlebih dahulu, kamu harus baik terhadap diri kamu sendiri, harus sayang, harus menjaga kesehatan diri, tidak membuat diri berpikir negatif, tidak membuat kerusakan terhadap diri, harus cinta dengan diri sendiri lalu bersabar. Insyaallah, Allah beri yang kita butuhkan. Kalau diri sudah baik, Insyaallah akan selalu dilingkupi oleh kebaikan juga. Wallahu a'lam. Tapi, kalau kamu masih galau dan meresahkan masa lalu, aku hanya tau, kamu belum melakukan kebaikan terhadap dirimu. Let's make a new journey Cin. Allah ada untuk kamu, sayang banget kalau hidup cuma sekali dan cuma digunain untuk menyesali masa lalu. Gapai ilmu ...

Review Kelompok 12 (Masa Lanjut Usia)


Nama               : CINDI NOVITA SARI
NPM               : 1801051016
Kelas               : PGMI B SEMESTER 4
Tugas               : Review Kelompok 12

Mata Kuliah    : Psikologi Perkembangan

PSIKOLOGI PERKEMBANGAN PADA MASA USIA LANJUT

Lansia merupakan tahap akhir dari siklus perkembangan manusia. Undang-undang No.13 Tahun 1998 tentang Kesejahteraan Lanjut Usia. Menetapkan batasan umur lansia di Indonesia adalah 60 tahun keatas. Indonesia adalah termasuk negara yang memasuki era penduduk berstruktur lanjut usia (aging structured population) karena dari tahun ke tahun, jumlah penduduk indonesia yang berusia 60 tahun keatas semakin meningkat. Lansia ditandai dengan psoses penuaan, dimana penuaan adalah proses alamiah yang terjadi sebagai dampak dari perubahan usia yang ditandai dengan penurunan kondisi fisik dan psikis.

A.    Krisis Hidup
Perubahan fisik dengan kemunduran kemampuan fisik maupun fisiologis serta perubahan emosi dan sosial sebagai reaksi atas perubahan yang terjadi dapat menimbulkan krisis paruh baya. Kondisi krisis paruh baya berlangsung selama 3-5 tahun sejak seseorang memasuki paruh baya/usia lanjut. Dinamika krisis terjadi berawal dari kekecewaan, peningkatan setres, dan perubahan gaya hidup serta cara kerja, yang mengarahkan ke depresi, traumatis, melarikan diri secara drastis. Krisis yang di hadapi berkaitan erat dengan setres yang di hadapi.

B.     Menghadapi Berbagai Macam Penyakit
Peningkatan populasi lansia ternyata akan diikuti dengan peningkatan resiko untuk menderita penyakit kronis seperti diabetes melitus, penyakit serebrovaskuler, penyakit jantung koroner osteoporosis penyakit musculoskeletal, dan penyakit paru. Penyakit kronis merupakan penyakit yang berkepanjangan dan jarang sembuh sempurna. Penyakit kronis akan menyebabkan masalah medis, sosial dan psikologis yang akan membatasi aktivitas dari lansia.Banyak upaya yang dilakukan untuk menyembuhkan sakitnya dengan memadukan dua pendekatan yaitu secara medis dan secara tradisional.

C.    Problem Anak Cucu
Di Indonesia, hukum dalam hak pengasuhan anak tidak terlalu menjadi masalah, bahkan jarang sekali diperhatikan, kecuali jika terjadi peristiwa luar biasa seperti meninggalnya kedua orang tua akibat kecelakaan atau anak-anak ditelantarkan oleh orang tua mereka. Akan tetapi, masalah keuangan dan keluarga merupakan masalah sehari-hari yang menimbulkan stres bagi kakek-nenek yang mengasuh cucu mereka, terutama jika kakek dan nenek tidak memiliki penghasilan sendiri. Masalah keuangan menimbulkan stres karena pendanaan untuk pengasuh dikendalikan oleh orang tua anak, sementara kakek dan nenek hanya berperan sebagai pengasuh, namun mereka pun bertanggung jawab atas kesejahteraan anak. Disamping itu, adanya hubungan kekeluargaan antara kakek-nenek dan cucumereka menumbuhkan kedekatan emosional, sementara para cucu cenderung memperoleh kemanjaan dari kakek-neneknya.

D.    Persiapan Hari Tua dan Kematian
Beberapa orang mengungkapkan bahwa mereka menghadapi kematian dengan memperbanyak beribadah, semakin mendekatkan diri kepada Tuhan dan pasrah pada Tuhan. Proses yang diharapkan lansia dalam menghadapi kematian dibagi kedalam 3 subtema yaitu, kondisi yang diharapkan dalam proses menghadapi kematian, tempat yang diharapkan dalam proses dalam menghadapi kematian. Sebagian besar lansia ingin menghadapi kematian dengan proses yang cepat, husnul khotimah dan lansia lainnya pasrah ingin meninggal dalam kondisi apapun. Lansia juga ingin mendapatkan dukungan keluarga dalam proses menghadapi kematian, namun terdapat satu orang lansia yang ingin menghadapi kematian sendiri.

E.     Perkembangan Agama Usia Lanjut
Kecenderungan untuk menerima pendapat keagamaan yang semakin meningkat pada umur-umur ini pengakuan terhadap realitas tentang kehidupan akhirat baru muncul sampai 100% setelah usia 90 tahun. Peningkatan kehidupan keagamaan pada lansia penyebabnya adalah karena adanya penurunan kemampuan seksual. Menurut pendukung pendapat ini lansia mengalami prustasi dibidang seksual sejalan dengan penurunan kemampuan fisik dan frustasi semacam ini dinilai sebagai satu-satunya faktor yang membentuk sikap keagamaan. Ciri-ciri keberagamaan lansia dapat diuraikan sebagai berikut: (1) Kehidupan keagamaan manusia lanjut usia sudah mencapai tingkat kemantapan. (2) Meningkatnya kecenderungan untuk menerima pendapat keagamaan yang berasal dari luar dirinya. (3) Mulai muncul pengakuan terhadap realitas tentang kehidupan akhir secara lebih sungguh-sungguh. (4) Sikap keagamaan cenderung mengarah kepada kebutuhan saling cinta antar sesama manusia dan sifat-sifat luhur. (5) Timbul rasa takut kepada kematian.

F.     Pemeliharaan Kesehatan
Secara biologis berbagai penyakit yang berkaitan dengan perubahan menjadi tua akan muncul pada kegiatan sehari-hari seperti rematik, tekanan darah tinggi, ketidakmampuan melakukan kegiatan sehari-hari. Pemeliharaan kesehatan bagi lanjut usia haru ditujukan untuk menjaga agar tetap hidup sehat dan produktif scara sosial maupun ekonomis sesuai dengan martabat kemanusiaan.

G.    Coping Postpower Syndrome
Postpower syndrom adalah gejala yang terjadi dimana “penderita” hidup dalam bayang-bayang kebesaran masa lalunya dan seakan-akan tidak bisa memandang realita yang ada saat ini. Hal ini selalu dialami terutama pada orang-orang yang sudah lansia dan pensiun dari kerjaan. Para pesiun yang mengalami gejala ini sering kali dihubungkan dengan fikiran yang irisional, biasanya para pensiun yang mengalami hal ini berfikir bavhwa setelah ia pensiun dan sudah tidak memiliki jabatan atau kekuasaan lagi ia tidak akan dihargai dan dihormati lagi oleh masyarakat ataupun keluarga sendiri. Ada beberapa proses self healing (penyembuhan diri) dengan kekuatan fikiran melalui beberapa tahapan yaitu: (1) Meyakinkan bahwa setiap orang memiliki kemampuan untuk menyembuhkan diri dengan kekuatan fikiran. (2) Memahami bahwa proses penyembuhan tidak terjadi dilevel pikiran sadar, tetapi dilevel pikiran bawah sadar yang memungkinkan manusia berhubungan dengan Tuhan. (3) Berdoa dan meminta apa yang kita inginkan. (4) Bermeditasi, dalam arti berserah diri pada Tuhan dengan cara duduk tenang dan melepaskan semua masalah atau beban fikiran, dan memberikan Tuhan mengambil alih semua masalah tersebut.



Komentar