A New Journey

Perihal jodoh harus dikejar atau ditunggu? Kata cak Nun, "kamu harus berbuat benar terlebih dahulu kepada dirimu sendiri dan bersabar". Sederhana tapi sangat bermakna. Mirip-mirip dengan kalimat "self love", tapi menurutku kalo self love banyak yang mengartikan untuk berbuat apapun yang kita suka. Kalo cak Nun konteksnya lebih ke perbaiki diri terlebih dahulu, kamu harus baik terhadap diri kamu sendiri, harus sayang, harus menjaga kesehatan diri, tidak membuat diri berpikir negatif, tidak membuat kerusakan terhadap diri, harus cinta dengan diri sendiri lalu bersabar. Insyaallah, Allah beri yang kita butuhkan. Kalau diri sudah baik, Insyaallah akan selalu dilingkupi oleh kebaikan juga. Wallahu a'lam. Tapi, kalau kamu masih galau dan meresahkan masa lalu, aku hanya tau, kamu belum melakukan kebaikan terhadap dirimu. Let's make a new journey Cin. Allah ada untuk kamu, sayang banget kalau hidup cuma sekali dan cuma digunain untuk menyesali masa lalu. Gapai ilmu ...

Review Kelompok 4 (Masa Prenatal dan Kelahiran) dan Kelompok 5 (Psikologi Perkembangan pada Masa Bayi)

REVIEW KELOMPOK 4
Nama               : CINDI NOVITA SARI
NPM               : 1801051016
Kelas               : PGMI B SEMESTER 4
Tugas               : Review Kelompok 4
Mata Kuliah    : Psikologi Perkembangan

Masa Prenatal (Kandungan) dan Kelahiran

Masa prenatal merupakan titik awal dari proses pertumbuhan dan perkembangan manusia yaitu periode awal perkembangan manusia yang dimulai sejak konsepsi, yakni ketika ovum dibuahi oleh sperma laki-laki sampai dengan waktu kelahiran seorang individu. Masa ini umumnya berlangsung selama 9 bulan kalender atau sekitar 280 hari sebelum lahir. Masa ini adalah penentu dan pembentuk karakter dan tingkah laku anak sesudah lahir.

A.    Tahapan dan Proses Perkembangan dalam Kandungan
Para ahli psikologi Islam membagi periode prenatal atas beberapa tahap. Sebagaimana dijelaskan dalam Al-Qur’an Surat Al-Mukmin ayat 12-12 berikut:
Artinya: “Dan Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dari suatu saripati (sulalatin min thin) dari tanah. Kemudian kami jadikan saripati itu air mani (nuthfah) yang disimpan dalam tempat yang kokoh (rahim). Kemudian air mani (nuthfah) itu kami jadikan segumpal darah (mudghah), lalu segumpal darah (‘alaqah) itu kami jadikan segumpal daging (mudghah), dan segumpal daging (mudghah) itu kami jadikan tulang belulang (‘idhom), lalu tulang belulang (‘idhom) itu kami bungkus dengan daging (lahm). Kemudian kami jadikan dia makhluk yang berbentuk lain. Maka Maha Sucilah Allah, Pencipta yang paling baik”. (Q.S. Al-Mukmin: 12-14)
Dalam perspektif barat dibagi ke dalam tiga tahap yaitu: tahap germinal (sering disebut periode zigot atau nuthfah, berlangsung kira-kira 2 minggu pertama dari kehidupan setelah pertemuan antara sel sprema dan ovum), tahap embrio (dalam Islam disebut ‘alaqah, yaitu segumpalan darah yang membeku. Tahap ini dimulai dari 2 minggu-8 minggu setelah pembuahan, ukuran panjangnya hanya sekitar 1 inci), tahap janin (dalam Islam disebut periode mudhghah, periode ini dimulai dari 9 minggu sampai lahir. Menurut psikologi Islam saat janin berusia 4 bulan akan ditiupkan ruh ke dalamnya).

B.     Faktor Pengaruh terhadap Janin dalam Kandungan
Faktor pengaruh terhadap janin dalam kandungan ada 2, yaitu:
1.      faktor pembawaan atau hereditas
Menurut Elizabeth B. Hurlock penentuan sifat bawaan mempengaruhi perkembangan selanjutnya dalam dua hal, yaitu: faktor keturunan dan sifat bawaan sepenuhnya merupakan kesalahan kebetulan (meliputi pembawaan spesies, pembawaan ras, pembawaan jenis kelamin, dan pembawaan pereseorangan).
2.      Faktor Lingkungan
Faktor lingkungan meliputi kondisi emosional ibu, kesehatan ibu, dan kebiasaan yang dilakukan ibu.
3.      Asupan Gizi
Makanan ibu hamil harus mengandung cukup protein (sebagai zat pembangun zat-zat sel otak), lemak, mineral (terutama mineral FE), vitamin, dan karbohidrat untuk menjaga kesehatan bayi

C.    Resiko Positif Negatif dalam Masa Kandungan
1.      Resiko Negatif dalam Masa Kandungan
Resiko negatif dalam masa kandungan meliputi tekanan darah tinggi lebih 140/90 mmHg, kaki bengkak (odema), peningkatan berat badan lebih dari 5 kg atau kurang 4 kg, pucat, tinggi badan kurang dari 145 cm memiliki resiko tinggi mengalami persainan prematur, pendarahan, dan demam tinggi.
2.      Resiko Positif dalam Masa Kandungan
Adapun resiko positif dalam masa kandungan meliputi kunjungan dokter secara rutin, tes genetik, makan-makanan yang sehat, minum obat (zat besi dan vitamin) atas resep dokter, minum asam folat tiap hari, berhenti merokok, berhenti minum alkohol, dan menjaga jarak dari orang-orang yang terkena flu atau infeksi lainnya.

D.    Proses dan Teknik Melahirkan
1.      Proses Melahirkan
Elizabeth B. Hurlock menjelaskan ada 5 tipe kelahiran bayi yaitu: natural birth (bayi lahir secara normal), instrumental birth (bayi lahir ditolong dengan alat, karena lahir secara normal tidak memungkinkan), breech birth (sering disebut kelahiran sungsang, karena posisi kaki berada di bawah), transverse presentation birth (keberedaan bayi melintang pada rahim ibu, maka harus menggunakan alat untuk menolong kelahiran), caesaran section birth (melahirkan bayi dengan membedah dinding rahim ibu), bayi prematur (bayi lahir tetapi belum waktunya lahir).
2.      Teknik Melahirkan
Perslinan normal dibagi menjadi 4 kala yaitu: kala I (adalah kala pembukaan antara pembukaan nol sampai pembukaan lengkap yaitu 10 cm), kala II (Menurut Saifuddin Kala II dibagi menjadi 2 fase yaitu fase awal (nonekspulsif) merupakan serviks membuka lengkap (10 cm) yang terdiri dari penurunan kepala berlanjut dan belum ada keinginan untuk meneran, yang kedua yaitu fase akhir (ekspulsif) merupakan serviks membuka lengkap terdiri dari bagian terbawah telah mencapai dasar panggul serta ibu mulai meneran), kala III (otot uterus (miometrium) berkontraksi mengikuti penyusutan volume rongga uterus setelah lahirnya bayi), kala IV (Menurut Wiknjosastro dua jam pertama setelah persalinan merupakan waktu yang kritis bagi ibu dan bayi. Kala IV dimaksudkan untuk melakukan observasi perdarahan paska salin yang paling sering terjadi 2 jam dan perdarahan tidak lebih dari 500 cc).

E.     Tips Melahirkan yang Sehat
Tips melahirkan yang sehat yaitu lakukan latihan persiapan, tempatkan rasa sakit dalam sudut pandang yang benar, dapatkan informasi, jangan melaluinya sendiri (bisa memegang tangan pasangan), dan terbukalah pada berbagai metode penghilang sakit.

F.     Perkiraan Waktu Kelahiran
Perkiraan waktu kelahiran terjadi pada sekitar minggu keempat puluh karena bayi lahir dengan rata-rata berat 3.500 gr dan panjang 48-51 cm.

G.    Upaya Memilih Jenis Kelamin
Upaya memilih jenis kelamin dapat diusahakan melalui faktor makanan, faktor hubungan seks (jika ingin bayi laki-laki berhubungan seks sebaiknya dilakukan sedekat mungkin dengan masa subur, jika ingin bayi perempuan waktu hubungan seks sebaiknya dilakukan antara 2 sampai 3 hari sebelum masa subur), faktor penetrasi (jika ingin bayi laki-laki suami disarankan melakukan penetrasi yang dalam, dan jika ingin bayi perempuan suami sebaiknya menghindari penetrasi yang terlalu dalam), faktor orgasme (jika ingin bayi laki-laki usahakan istri orgasme terlebih dahulu atau bersamaan, jika bayi perempuan usahakan istri tidak orgasme saat berhubungan), dan faktor posisi (jika ingin bayi laki-laki sebaiknya posisi suami di atas, dan jika ingin bayi perempuan sebaiknya posisi istri di atas).

H.    Resiko Melahirkan
Adapun resiko melahirkan yaitu keguguran, persalinan prematur, mudah terjadi infeksi, kekurangan zat besi saat kehamilan, keracunan kehamilan, dan kematian ibu yang tinggi.

I.       Dampak yang Mempengaruhi setelah Kelahiran
Dampak yang mempengaruhi setelah kelahiran meliputi pengetahuan ibu, gizi, budaya lingkungan, status sosial ekonomi, ingkungan fisik, lingkungan pengasuhan, stimulasi, dan olahraga atau latihan fisik. Adapaun dampak yang mempengaruhi setelah kelahiran yakni kecerdasan emosi tidak ditentukan sejak lahir tetapi dapat dilakukan melalui proses pembelajaran. Ada beberapa faktor yang mempengaruhi kecerdasan emosi menurut Goleman yaitu lingkungan keluarga dan lingkungan non keluarga.

J.      Peran Orang Tua terhadap Perkembangan Janin dalam Kandungan
Peran orang tua terhadap perkembangan janin dalam kandungan dalam ajaran Islam yaitu mengajak bayi bersama-sama melakukan perbuatan baik, perbuatan tadi dilakukan dengan mengelus-elus perut ibu, menjelaskan kata dan makna kebaikan (misalnya: jujur, baik, menolong orang, dan lain-lain), dan mengikuti pengajian.

K.    Pendidikan dalam Kandungan
Pendidikan dalam kandungan yaitu seorang ibu yang hamil harus mendo’akan anaknya, seorang ibu harus selalu menjaga dirinya dengan makan makanan yang halalan thoyyiban, ikhlas mendidik anak, memenuhi kebutuhan istri, taqarrub (mendekatkan diri) kepada Allah SWT. melalui ibadah wajib maupun ibadah sunnah, kedua orang tua berakhlak mulia. Adapun metode mendidik anak dalam kandungan yaitu metode do’a, metode ibadah, metode membaca dan menghafal, metode dzikir, dan metode dialog.


REVIEW KELOMPOK 5
Nama               : CINDI NOVITA SARI
NPM               : 1801051016
Kelas               : PGMI B SEMESTER 4
Tugas               : Review Kelompok 5
Mata Kuliah    : Psikologi Perkembangan

Psikolgi Perkembangan pada Masa Bayi

Masa bayi berlangsung dari usia 0-2/3 tahun. Pada masa ini bayi dianggap sebagai periode kritis dalam perkembangan. Pada masa ini pertumbuhan dan perubahan berjalan pesat baik secara fisik maupun psikologis dan merupakan masa dasar perkembangan individu selanjutnya. Bayi merupakan makhluk yang perlu dilindungi. Semua kebutuhannya harus dipenuhi seperti yang diinginkan, tetapi ia belum pandai menyatakan keinginan itu. Ia hanya pandai menangis. Tugas perkembangan yang muncul dan harus dikuasai oleh anak pada masa ini adalah belajar berjalan, belajar mengambil makanan, belajar berbicara, dan menguasai stabilitas jasmaniah.

A.    Perkembangan Fisik Bayi
Pada masa bayi perkembangan fisik secara jelas dapat diamati pada enam bulan. Pertumbuhannya terus bertambah dengan pesat. Tahun pertama peningkatan lebih kepada berat dan tinggi badan. Selama tahun kedua terjadi penurunan, selain itu yang berkembang ialah tulang, otot dan lemak, bangun tubuh, gigi, susunan saraf, dan organ perasa. Rata-rata bayi memiliki empat hingga enam gigi susu. Gigi pertama adalah gigi depan, dan yang terakhir adalah gigi geraham.

B.     Perkembangan Motorik Bayi
Perkembangan motorik merupakan pengendalian gerakan jasmaniah melalui kegiatan pusat syaraf, urat syaraf, dan otot yang terkoordinasi. Perkembangan pada masa bayi dalam aspek motorik dapat diamati dan terlihat reaksi-reaksi spontan yang berulang dilakukan dan tidak terkoordinasi. Ciri-ciri dari gerakan motorik, yaitu:
1.  Gerak dilakukan dengan tidak sengaja, tidak ditujukan untuk maksud-maksud tertentu.
2. Gerak yang dilakukan tidak sesuai dengan mengangkat benda.
3. Gerak serta. Seperti anak yang bermain dengan botol susunya, kelihatan bahwa mulut, leher          dan kepalanya turut bergerak semuanya.
Selagi seorang bayi menangis, tersenyum atau mengerutkan dahinya, menggoyang-goyangkan benda yang digenggamnya ‘berbicara’ dan berjalan, maka didalam otaknya terjadi pula perubahan-perubahan penting. Bermula sebagai makhluk bersel satu, pada saat lahir seorang bayi sudah mempunyai otak dan sistem syaraf yang terdiri dari kira-kira 100 triliyun sel syaraf.

C.    Perkembangan Kognitif Bayi
Perkembangan kognitif adalah perkembangan manusia yang berkaitan dengan pengetahuan yaitu semua proses psikologis yang berkaitan dengan bagaimana individu mempelajari dan memikirkan lingkungannya. Pada masa bayi 0-2 tahun, perkembangan kognitifnya ada pada tahap sensorimotorik dengan membentuk pemahaman di sekitarnya dengan mengkoordinasikan pengalaman-pengalaman sensoriknya, seperti melihat, meraba, memegang, dan mendengar dengan tindakan fisik motoriknya, oleh karena itu disebut sensorimotorik.

D.    Perkembangan Sosial Emosional
Perkembangan sosial emosional merupakan dasar perkembangan kepribadian individu dan berhubungan dengan perkembangan aspek lainnya. Secara jelas kognisi sosial seorang anak yang berumur 0-1 tahun adalah tumbuhnya perasaan sebagai seorang pribadi sehingga lebih menyukai orang yang familiar (obyek ikatan emosinya). Sedangkan usia 1-2 tahun yakni tumbuh pengenalan sosial dengan mengenali perilaku yang disengaja. Emosi yang kehadiarannya jauh lebih awal dari kemampuan berbahasa dan kognitif anak, merupakan alat untuk berkomunikasi pada masa bayi. Hubungan emosional yang dibentuk oleh bayi selama masa ini dengan orang yang dekat dengannya akan memengaruhi cara berinteraksi dengan orang lain dimasa mendatang. Pengalaman pada masa ini sangat penting karena masa bayi merupakan periode yang peka untuk perkembangan kepribadian.

E.     Perkembangan Bahasa
Kemampuan berbahasa merupakan indikator seluruh perkembangan anak yaitu melibatkan kognitif, sensori motor, psikologis, emosi, dan lingkungan di sekitar anak. Tahap bahasa yang dilalui pada masa bayi meliputi cooing (menggumam), babbling (mengoceh), One-word utterance (ujaran satu kata), Two word-utterance dan telegraphic speech (ujaran dua kata), Basic adult setence structure.(dasar struktur kalimat orang dewasa).



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Review Kelompok 12 (Masa Lanjut Usia)