REVIEW KELOMPOK 4
Nama : CINDI NOVITA SARI
NPM : 1801051016
Kelas : PGMI B SEMESTER 4
Tugas : Review Kelompok 4
Mata
Kuliah : Psikologi Perkembangan
Masa Prenatal (Kandungan) dan
Kelahiran
Masa
prenatal merupakan titik awal dari proses pertumbuhan dan perkembangan manusia
yaitu periode awal perkembangan manusia yang dimulai sejak konsepsi, yakni
ketika ovum dibuahi oleh sperma laki-laki sampai dengan waktu kelahiran seorang
individu. Masa ini umumnya berlangsung selama 9 bulan kalender atau sekitar 280
hari sebelum lahir. Masa ini adalah penentu dan pembentuk karakter dan tingkah
laku anak sesudah lahir.
A.
Tahapan
dan Proses Perkembangan dalam Kandungan
Para
ahli psikologi Islam membagi periode prenatal atas beberapa tahap. Sebagaimana
dijelaskan dalam Al-Qur’an Surat Al-Mukmin ayat 12-12 berikut:
Artinya: “Dan Sesungguhnya Kami telah menciptakan
manusia dari suatu saripati (sulalatin min thin) dari tanah. Kemudian kami
jadikan saripati itu air mani (nuthfah) yang disimpan dalam tempat yang kokoh
(rahim). Kemudian air mani (nuthfah) itu kami jadikan segumpal darah (mudghah),
lalu segumpal darah (‘alaqah) itu kami jadikan segumpal daging (mudghah), dan
segumpal daging (mudghah) itu kami jadikan tulang belulang (‘idhom), lalu
tulang belulang (‘idhom) itu kami bungkus dengan daging (lahm). Kemudian kami
jadikan dia makhluk yang berbentuk lain. Maka Maha Sucilah Allah, Pencipta yang
paling baik”. (Q.S. Al-Mukmin: 12-14)
Dalam
perspektif barat dibagi ke dalam tiga tahap yaitu: tahap germinal (sering disebut periode zigot atau nuthfah,
berlangsung kira-kira 2 minggu pertama dari kehidupan setelah pertemuan antara
sel sprema dan ovum), tahap embrio
(dalam Islam disebut ‘alaqah, yaitu segumpalan darah yang membeku. Tahap ini
dimulai dari 2 minggu-8 minggu setelah pembuahan, ukuran panjangnya hanya
sekitar 1 inci), tahap janin (dalam
Islam disebut periode mudhghah, periode ini dimulai dari 9 minggu sampai lahir.
Menurut psikologi Islam saat janin berusia 4 bulan akan ditiupkan ruh ke
dalamnya).
B.
Faktor
Pengaruh terhadap Janin dalam Kandungan
Faktor pengaruh
terhadap janin dalam kandungan ada 2, yaitu:
1. faktor
pembawaan atau hereditas
Menurut Elizabeth B.
Hurlock penentuan sifat bawaan mempengaruhi perkembangan selanjutnya dalam dua
hal, yaitu: faktor keturunan dan sifat bawaan sepenuhnya merupakan kesalahan
kebetulan (meliputi pembawaan spesies, pembawaan ras, pembawaan jenis
kelamin, dan pembawaan pereseorangan).
2. Faktor
Lingkungan
Faktor lingkungan
meliputi kondisi emosional ibu, kesehatan ibu, dan kebiasaan yang dilakukan
ibu.
3. Asupan
Gizi
Makanan ibu hamil harus
mengandung cukup protein (sebagai zat pembangun zat-zat sel otak), lemak,
mineral (terutama mineral FE), vitamin, dan karbohidrat untuk menjaga kesehatan
bayi
C.
Resiko
Positif Negatif dalam Masa Kandungan
1. Resiko
Negatif dalam Masa Kandungan
Resiko negatif dalam
masa kandungan meliputi tekanan darah tinggi lebih 140/90 mmHg, kaki bengkak
(odema), peningkatan berat badan lebih dari 5 kg atau kurang 4 kg, pucat,
tinggi badan kurang dari 145 cm memiliki resiko tinggi mengalami persainan prematur,
pendarahan, dan demam tinggi.
2. Resiko
Positif dalam Masa Kandungan
Adapun resiko positif
dalam masa kandungan meliputi kunjungan dokter secara rutin, tes genetik,
makan-makanan yang sehat, minum obat (zat besi dan vitamin) atas resep dokter,
minum asam folat tiap hari, berhenti merokok, berhenti minum alkohol, dan
menjaga jarak dari orang-orang yang terkena flu atau infeksi lainnya.
D.
Proses
dan Teknik Melahirkan
1. Proses
Melahirkan
Elizabeth B. Hurlock
menjelaskan ada 5 tipe kelahiran bayi yaitu: natural birth (bayi lahir secara normal), instrumental birth (bayi lahir ditolong dengan alat, karena lahir
secara normal tidak memungkinkan), breech
birth (sering disebut kelahiran sungsang, karena posisi kaki berada di
bawah), transverse presentation birth
(keberedaan bayi melintang pada rahim ibu, maka harus menggunakan alat untuk
menolong kelahiran), caesaran section
birth (melahirkan bayi dengan membedah dinding rahim ibu), bayi prematur (bayi lahir tetapi belum
waktunya lahir).
2. Teknik
Melahirkan
Perslinan normal dibagi
menjadi 4 kala yaitu: kala I (adalah kala pembukaan antara pembukaan nol sampai
pembukaan lengkap yaitu 10 cm), kala II (Menurut Saifuddin Kala II dibagi
menjadi 2 fase yaitu fase awal (nonekspulsif) merupakan serviks membuka lengkap
(10 cm) yang terdiri dari penurunan kepala berlanjut dan belum ada keinginan
untuk meneran, yang kedua yaitu fase akhir (ekspulsif) merupakan serviks
membuka lengkap terdiri dari bagian terbawah telah mencapai dasar panggul serta
ibu mulai meneran), kala III (otot uterus (miometrium) berkontraksi mengikuti
penyusutan volume rongga uterus setelah lahirnya bayi), kala IV (Menurut
Wiknjosastro dua jam pertama setelah persalinan merupakan waktu yang kritis
bagi ibu dan bayi. Kala IV dimaksudkan untuk melakukan observasi perdarahan
paska salin yang paling sering terjadi 2 jam dan perdarahan tidak lebih dari
500 cc).
E.
Tips
Melahirkan yang Sehat
Tips
melahirkan yang sehat yaitu lakukan latihan persiapan, tempatkan rasa sakit
dalam sudut pandang yang benar, dapatkan informasi, jangan melaluinya sendiri
(bisa memegang tangan pasangan), dan terbukalah pada berbagai metode penghilang
sakit.
F.
Perkiraan
Waktu Kelahiran
Perkiraan
waktu kelahiran terjadi pada sekitar minggu keempat puluh karena bayi lahir
dengan rata-rata berat 3.500 gr dan panjang 48-51 cm.
G.
Upaya
Memilih Jenis Kelamin
Upaya
memilih jenis kelamin dapat diusahakan melalui faktor makanan, faktor hubungan
seks (jika ingin bayi laki-laki berhubungan seks sebaiknya dilakukan sedekat
mungkin dengan masa subur, jika ingin bayi perempuan waktu hubungan seks
sebaiknya dilakukan antara 2 sampai 3 hari sebelum masa subur), faktor
penetrasi (jika ingin bayi laki-laki suami disarankan melakukan penetrasi yang
dalam, dan jika ingin bayi perempuan suami sebaiknya menghindari penetrasi yang
terlalu dalam), faktor orgasme (jika ingin bayi laki-laki usahakan istri
orgasme terlebih dahulu atau bersamaan, jika bayi perempuan usahakan istri
tidak orgasme saat berhubungan), dan faktor posisi (jika ingin bayi laki-laki
sebaiknya posisi suami di atas, dan jika ingin bayi perempuan sebaiknya posisi
istri di atas).
H.
Resiko
Melahirkan
Adapun
resiko melahirkan yaitu keguguran, persalinan prematur, mudah terjadi infeksi,
kekurangan zat besi saat kehamilan, keracunan kehamilan, dan kematian ibu yang
tinggi.
I.
Dampak
yang Mempengaruhi setelah Kelahiran
Dampak
yang mempengaruhi setelah kelahiran meliputi pengetahuan ibu, gizi, budaya
lingkungan, status sosial ekonomi, ingkungan fisik, lingkungan pengasuhan,
stimulasi, dan olahraga atau latihan fisik. Adapaun dampak yang mempengaruhi
setelah kelahiran yakni kecerdasan emosi tidak ditentukan sejak lahir tetapi
dapat dilakukan melalui proses pembelajaran. Ada beberapa faktor yang
mempengaruhi kecerdasan emosi menurut Goleman yaitu lingkungan keluarga dan
lingkungan non keluarga.
J.
Peran
Orang Tua terhadap Perkembangan Janin dalam Kandungan
Peran
orang tua terhadap perkembangan janin dalam kandungan dalam ajaran Islam yaitu
mengajak bayi bersama-sama melakukan perbuatan baik, perbuatan tadi dilakukan
dengan mengelus-elus perut ibu, menjelaskan kata dan makna kebaikan (misalnya:
jujur, baik, menolong orang, dan lain-lain), dan mengikuti pengajian.
K.
Pendidikan
dalam Kandungan
Pendidikan
dalam kandungan yaitu seorang ibu yang hamil harus mendo’akan anaknya, seorang
ibu harus selalu menjaga dirinya dengan makan makanan yang halalan thoyyiban,
ikhlas mendidik anak, memenuhi kebutuhan istri, taqarrub (mendekatkan diri)
kepada Allah SWT. melalui ibadah wajib maupun ibadah sunnah, kedua orang tua berakhlak
mulia. Adapun metode mendidik anak dalam kandungan yaitu metode do’a, metode
ibadah, metode membaca dan menghafal, metode dzikir, dan metode dialog.
REVIEW KELOMPOK 5
Nama : CINDI NOVITA SARI
NPM : 1801051016
Kelas : PGMI B SEMESTER 4
Tugas : Review Kelompok 5
Mata
Kuliah : Psikologi Perkembangan
Psikolgi Perkembangan pada Masa
Bayi
Masa
bayi berlangsung dari usia 0-2/3 tahun. Pada masa ini bayi dianggap sebagai periode
kritis dalam perkembangan. Pada masa ini pertumbuhan dan perubahan berjalan
pesat baik secara fisik maupun psikologis dan merupakan masa dasar perkembangan
individu selanjutnya. Bayi merupakan makhluk yang perlu dilindungi. Semua
kebutuhannya harus dipenuhi seperti yang diinginkan, tetapi ia belum pandai
menyatakan keinginan itu. Ia hanya pandai menangis. Tugas perkembangan yang
muncul dan harus dikuasai oleh anak pada masa ini adalah belajar berjalan,
belajar mengambil makanan, belajar berbicara, dan menguasai stabilitas
jasmaniah.
A.
Perkembangan
Fisik Bayi
Pada
masa bayi perkembangan fisik secara jelas dapat diamati pada enam bulan.
Pertumbuhannya terus bertambah dengan pesat. Tahun pertama peningkatan lebih
kepada berat dan tinggi badan. Selama tahun kedua terjadi penurunan, selain itu
yang berkembang ialah tulang, otot dan lemak, bangun tubuh, gigi, susunan
saraf, dan organ perasa. Rata-rata bayi memiliki empat hingga enam gigi susu.
Gigi pertama adalah gigi depan, dan yang terakhir adalah gigi geraham.
B.
Perkembangan
Motorik Bayi
Perkembangan motorik
merupakan pengendalian gerakan jasmaniah melalui kegiatan pusat syaraf, urat
syaraf, dan otot yang terkoordinasi. Perkembangan pada masa bayi dalam aspek
motorik dapat diamati dan terlihat reaksi-reaksi spontan yang berulang
dilakukan dan tidak terkoordinasi. Ciri-ciri dari gerakan motorik, yaitu:
1. Gerak
dilakukan dengan tidak sengaja, tidak ditujukan untuk maksud-maksud tertentu.
2. Gerak yang dilakukan tidak sesuai dengan
mengangkat benda.
3. Gerak serta. Seperti anak yang bermain
dengan botol susunya, kelihatan bahwa mulut, leher dan kepalanya turut bergerak
semuanya.
Selagi
seorang bayi menangis, tersenyum atau mengerutkan dahinya, menggoyang-goyangkan
benda yang digenggamnya ‘berbicara’ dan berjalan, maka didalam otaknya terjadi
pula perubahan-perubahan penting. Bermula sebagai makhluk bersel satu, pada
saat lahir seorang bayi sudah mempunyai otak dan sistem syaraf yang terdiri
dari kira-kira 100 triliyun sel syaraf.
C.
Perkembangan
Kognitif Bayi
Perkembangan
kognitif adalah perkembangan manusia yang berkaitan dengan pengetahuan yaitu
semua proses psikologis yang berkaitan dengan bagaimana individu mempelajari
dan memikirkan lingkungannya. Pada masa bayi 0-2 tahun, perkembangan
kognitifnya ada pada tahap sensorimotorik dengan membentuk pemahaman di
sekitarnya dengan mengkoordinasikan pengalaman-pengalaman sensoriknya, seperti
melihat, meraba, memegang, dan mendengar dengan tindakan fisik motoriknya, oleh
karena itu disebut sensorimotorik.
D.
Perkembangan
Sosial Emosional
Perkembangan
sosial emosional merupakan dasar perkembangan kepribadian individu dan
berhubungan dengan perkembangan aspek lainnya. Secara jelas kognisi sosial
seorang anak yang berumur 0-1 tahun adalah tumbuhnya perasaan sebagai seorang
pribadi sehingga lebih menyukai orang yang familiar (obyek ikatan emosinya).
Sedangkan usia 1-2 tahun yakni tumbuh pengenalan sosial dengan mengenali
perilaku yang disengaja. Emosi yang kehadiarannya jauh lebih awal dari
kemampuan berbahasa dan kognitif anak, merupakan alat untuk berkomunikasi pada
masa bayi. Hubungan emosional yang dibentuk oleh bayi selama masa ini dengan
orang yang dekat dengannya akan memengaruhi cara berinteraksi dengan orang lain
dimasa mendatang. Pengalaman pada masa ini sangat penting karena masa bayi
merupakan periode yang peka untuk perkembangan kepribadian.
E.
Perkembangan
Bahasa
Kemampuan
berbahasa merupakan indikator seluruh perkembangan anak yaitu melibatkan
kognitif, sensori motor, psikologis, emosi, dan lingkungan di sekitar anak. Tahap
bahasa yang dilalui pada masa bayi meliputi cooing (menggumam), babbling
(mengoceh), One-word utterance (ujaran satu kata), Two word-utterance dan
telegraphic speech (ujaran dua kata), Basic adult setence structure.(dasar
struktur kalimat orang dewasa).
Komentar
Posting Komentar